Topik
DPRD Bantah Hambat Pembangunan Gedung Sea Games
TEMPO Interaktif, Bandung -Komisi A DPRD Kota Bandung membantah akan menghambat pembangunan Stadion Utama Sepakbola Gedebage. Stadion itu tengah dipersiapkan untuk pelaksanaan Sea Games 2011. Anggapan itu muncul setelah Dewan mempertanyakan proses lelang dan alokasi dana pembangunan stadion ke pemerintah kota Bandung dan konsultan.
"Kami tidak menghalangi pembangunan, silahkan jalan terus," kata Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung Haru Suandaru di ruangannya, Rabu (3/2). Menurutnya, Dewan hanya ingin memastikan proses lelang berjalan sesuai prosedur hingga stadion jadi tahun depan.
Sebelumnya, salah satu peserta lelang yang kalah melaporkan adanya dugaan kesalahan prosedur lelang. Selain itu, alokasi dana penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebesar Rp 623 miliar, hanya untuk membangun 80 persen stadion. "Seharusnya sampai jadi 100 persen," tegasnya.
Anggota Komisi A Untung Mulyanto mencium adanya ketidak beresan pengerjaan. Dia menduga kualitas bangunan bakal tak sesuai spesifikasi karena biaya proyek lebih murah hingga 20 persen. "Ubin saja, misalnya, pasti berbeda dengan harga segitu," ujarnya. Dia mengkhawatirkan ajuan sisa pengerjaan nanti bakal membengkakkan APBD.
Pada APBD 2009, dana pembangunan stadion sepakbola bertaraf internasional dengan kapasitas 40 ribu penonton itu ditetapkan Rp 623 miliar. Pembangunan multi years atau selama 3 tahun itu ditargetkan selesai 2011 sehingga bisa dipakai untuk Sea Games. Pemenang tender proyek itu adalah PT Adhi Karya dengan ajuan proposal Rp 495 miliar.
Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung Yayat Ahmad Sudrajat, pembangunan stadion hanya bisa 80 persen dengan dana Rp 632 miliar. Sisanya pembangunan seperti atap, taman dan jalan, serta papan skor, dananya akan diajukan dari sisa pagu anggaran stadion dan bantuan dari pemerintah propinsi Jawa Barat. "Itu sudah kami jelaskan ke Dewan," katanya.
Sedangkan konsultan perencana stadion, Forest Jieprang membantah kualitas bangunan akan merosot karena harga proyek lebih rendah dari anggaran. Menurutnya, harga pengembang bisa lebih murah karena banyak mendapat potongan harga lebih dari 20 persen dari pemasok bahan bangunan. "Bukan kualitas bangunan yang akan diturunkan, tapi bargaining power (pengembang) untuk negosiasi harga," katanya.
ANWAR SISWADI