TEMPO/Zulkarnain
Topik
Infografis
Akbar Tandjung: Kerbau untuk SBY, Risiko Sebagai Pemimpin
TEMPO Interaktif, Jakarta - Politikus senior Partai Golkar Akbar Tandjung berpendapat sebagai Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono harus siap diumpamakan seperti kerbau ataupun disuguhi sederet caci maki lainnya oleh demonstran.
"Sebagai pemimpin, apapun yang dilakukan rakyat, harus siap. Itu risiko, konsekuensi menjadi Presiden. Nggak perlu mengganggu kegiatan bernegara," ujar Akbar setelah diskusi di Megawati Institute, Rabu (3/2).
Ia menanggapi keluhan Yudhoyono yang kemarin mengungkapkan kegerahannya disamakan dengan kerbau yang besar dan lamban oleh demonstran. Yudhoyono pun menuding peserta unjuk rasa yang berteriak "SBY maling, Boediono maling" sebagai aksi tak bermartabat.
Kendati demikian, Akbar tak memandang reaksi Yudhoyono berlebihan. "Memang ada hal-hal yang sebetulnya tidak pantas disebutkan untuk Presiden yang merupakan simbol negara," ucap dia.
Ia pun tak menganggap Yudhoyono lamban sehingga pantas disamakan dengan kerbau. "SBY itu dalam pengambilan keputusan harus lihat berbagai perspektif, dianggap lamban untuk beberapa orang. Menurut saya, bukan berarti itu bukti (dia) lamban, tapi (dia) harus dapat masukan yang tepat."
BUNGA MANGGIASIH
Web via