foto

Tempo/Tony Hartawan

Pengusaha Batam Khawatir Perjanjian FTA  

TEMPO Interaktif, Batam - Pengusaha di Batam mengkhawatirkan perjanjian Asean-Cina Free Trade Area . "Kita mesti mewaspadainya," kata   kata Ketua Assosiasi Pengusaha Indonesia Bintan, Yamin Hidayat kepa Tempo tadi malam  di Batam.

Menurut dia, meski Batam , Bintan dan Karimun (BBK) ditetapkan pemerintah sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas, tidak akan ada manfaat bila tidak mewaspadai perjanjian Asean - Cina FTA itu. "Cina bisa saja  menanamkan modal di Indonesia, tapi hanya sebagian kecil produk dikerjakan di Indonesia, dan ini bisa membunuh kegiatan ekonomi di Indonesia," kata Yamin.

Dia mencontohkan, pada produk garmen, Cina menanamkan modanya di BBK hanya untuk pasang kancing, sedangkan produk utamanya tetap dikerjakan di negaranya. "Ini jelas akan merugikan kita karena nilai pekerjaan sedikit, penyerapan tenaga kerja pun sedikit," ujar Yamin.

Yamin meminta  pemerintah mewaspadai berlakunya perjanjian Asean-Cina FTA ini. Maksudnya adalah Indonesia harus memproduksi barang yang bisa mengimbangi produk Cina itu, sehingga ada keseimbangan. " Bila tidak , bahaya!" kata Yamin.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Batam, Nada F Soraya berharap pemerintah memperhatikan potensi maritim. Sebab potensi ikan sangat banyak , apalagi di Kepulauan Riau. " Jangan sampai milik kita dicuri orang terus karena kita tak peduli," kata Nada kepada Tempo

Rumbadi Dalle