Para pemain Liverpool berlatih di Budapest, Hungaria (24/11). Liverpool akan berhadapan dengan Debreceni, dalam pertandingan Grup E Liga Champions besok. AP/Bela Szandelszky
Topik
Siap-siap...Liverpool Segera Berganti Pemilik
TEMPO Interaktif,Liverpool:Keinginan Liverpudlian—suporter fanatik Liverpool—untuk melihat kepergian dua pemilik asal Amerika Serikat: George Gillet dan Tom Hicks kemungkinan akan segera terjadi.
Hal itu mungkin akan tercapai jika Gillet maupun Hicks gagal mencari investor baru yang bisa mengucurkan 100 juta pound sterling (Rp 1,4 triliun). Pasalnya, bank-bank yang selama ini mengucurkan pinjamannya kepada The Reds dibuat tak sabar dengan belum pastinya kedua taipan itu mendapatkan dana segar.
Itu ditambah pernyataan Direktur klub Christia Purslow. Menurutnya meskipun tim bisa mendapatkan Rp 1,4 triliun, itu tak lantas memberikan jaminan kesuksesan bagi tim.
Purslow beberapa bulan ini berusaha keras menjual saham klub untuk menutup hutang yang mencapai 237 juta pound sterling (Rp 3,5 triliun). Petinggi Liverpool itu 'dipaksa' menemui Spirit of Shankly-salah satu wadah suporter fanatik tim--, para bankir Wachovia, dan Royal Bank of Scotland (RBS), hanya untuk memadamkan keresahan di antara mereka.
Tenggat bagi Hicks maupun Gillet untuk mendapat dana Rp 1,4 triliun sampai Juli. Itu ketika keduanya harus mengguyur kembali dana segar ke dalam klub. Jika gagal, praktis dua figur Aban Sam itu terpaksa menjual saham-sahamnya di Anfield seperti yang telah terjadi pada West Ham United.
Keinginan Purslow mendapat dana segar memang sulit didapatnya. Pasalnya, klub hanya bersedia menjual 25 persen sahamnya kepada para peminat. Investor diyakini akan menolak mengeluarkan uangnya triliunan, jika hanya mampu menguasai 25 persen saham. Mereka, menurut perhitungan Independent menginginkan untuk membeli 34 persen di mana baik Hicks maupun Gillet saat ini menguasai masing-masing 33 persen saham.
Hal itu bertambah rumit ketika Hicks dan Gillet menolak tawaran RBS yang berminat membeli saham Liverpool. “Ada lima sampai enam investor yang kini berminat menyuntikkan dana di Liverpool,” ungkap Purslow, Rabu (3/2). Purslow membantah rumor yang menyebutkan Hicks dan Gillet ngebet untuk segera mendapat dana segar, dengan menjual 40 persen sahamnya dengan harga Rp 1,4 triliun.
Harga itu jelas di bawah nilai yang ditawarkan Dubai International Capital (DIC) dua tahun lalu. Ketika itu perusahaan Padang Pasir itu bersedia menyediakan 500 juta pound sterling (Rp 7,4 triliun), yang ditolak mentah-mentah oleh Hicks.
INDEPENDENT | BAGUS WIJANARKO