FAO Berdayakan Masyarakat Pesisir Nusa Tenggara Timur

TEMPO Interaktif, Kupang - Food and Agriculture Organization (FAO) melalui Program Mata Pencaharian Kawasan (PMPK) akan membantu masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggunakan dana hibah pemerintah Kerajaan Spanyol.

Dana hibah Kerajaan Spanyol tersebut diberikan kepada enam negara di Asia Selatan dan Tenggara senilai US$ 19,5 juta atau sekitar Rp 180 miliar. Enam negara itu yakni Kamboja, Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Timor Leste, dan Vietnam.

"Dengan adanya dana hibah ini, memungkinkan FAO melaksanakan PMPK dalam kurun empat tahun ke depan di NTT," ungkap Manager Proyek Nasional FAO-RFLP di Kupang, Mario Cabral di Kupang, Kamis (4/2).

Sesuai kesepakatan kerja sama antara FAO dengan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), katanya, untuk wilayah Indonesia, PMPK akan dilaksanakan di NTT. Bantuan ini diberikan karena semakin menipisnya sumber daya kelautan dan kerentanan masyarakat pesisir di NTT.

Program ini akan dilaksanakan di empat kabupaten di NTT, yakni Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao dan Alor. FAO mendukung pelaksanaan manajemen bersama perikanan, keselamatan laut, perikanan pascapanen, diversifikasi pendapatan dan keuangan mikro.

"Program ini juga akan mengarah ke isu-isu kemiskinan dan promosi mata pencaharian alternatif guna menurunkan ketergantungan pada penangkapan ikan," katanya.

Sasaran utama penerima PMPK ini, lanjut dia, yakni para nelayan pesisir, pedagang beserta keluarga, organisasi kemasyarakatan, termasuk pemerintahan daerah terutama bagi istitusi pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan dan pembangunan perikanan pesisir.

"Agar program ini sinergis dan berdampak positif, secara bersama-sama PMPK akan menjalin kerjasama dengan organisasi regional dan kelompok-kelompok LSM," kata Mario.

YOHANES SEO