Kementerian Ajukan Tambahan Anggaran Rp 50 Triliun
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian dan lembaga mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 50 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010. Tapi, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengaku belum menetapkan besaran realisasi tambahan.
"Sedang kami kompilasi," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana usai rapat dengar pendapat dengan Komisi Keuangan dan Perbankan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Kamis (4/2).
Program prioritas pendidikan mendapatkan tambahan anggaran 20 persen sebanyak Rp 14 triliun. Jumlah itu akan dianggarkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Nasional, Pendidikan Agama, serta 13 kementerian dan lembaga yang memiliki funfsi pendidikan. "Dana tambahan termasuk stabilisasi harga," kata Armida tanpa merinci besarannya.
Dalam rapat itu pemerintah memaparkan rencana pemerintah jangka menengah nasional (RPJMN) 2010-2014. Seperti sebelumnya, pemerintah masih menetapkan rata-rata inflasi tahunan diperkirakan 4-6 persen, dengan tingkat pengangguran 5-6 persen dan kemisikinan 8-10 persen di 2014.
Rata-rata pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,5-6,8 persen dan diharapkan bisa menembus 7 persen sebelum 2014. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia telah membaik sejak Oktober 2009. Meski ekspor tahunan masih negatif 14,98 persen, namun ekspor total di triwulan IV-2009 naik 23,82 persen setelah negatif pada tiga triwulan sebelumnya.
Armida mengaku membaiknya angka ekspor itu membuka kemungkinan naiknya pertumbuhan ekonomi tahun ini. Namun belanja pemerintah akan menjadi faktor penekan kenaikan. "Belanja stimulus tak sebesar tahun lalu," ujar Armida.
Tahun lalu pemerintah mengalokasikan stimulus dengan total nilai 73,3 T atau 0,4 persen dari produk domestik bruto. Tahun ini pemerintah menggabungkan alokasi stimulus ke dalam anggaran kementerian.
Dia melanjutkan hingga kini pemerintah masih mematangkan penggunaan stimulus di APBN 2010. Penggunaannya tak tertutup pada program dan proyek tapi bisa digunakan untuk fiskal.
RIEKA RAHADIANA | PUTI NOVIYANDA





