Pertamina dan Perusahaan Gas Patungan Bikin Terminal Gas  

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk meneken perjanjian pemegang saham pembentukan perusahaan patungan untuk pembangunan terminal apung dan regasifikasi gas alam cair di Jawa Barat. Kedua belah pihak sepakat Pertamina menjadi pemegang saham mayoritas (60 persen) dan sisanya Perusahaan Gas Negara.

Pertamina Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Hendi Prio Santoso mengatakan proyek ini menunjukkan komitmen perusahaan bersama Pertamina untuk pemenuhan gas domestik. "Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan penyaluran dan pemanfaatan gas bumi dalam negeri," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/2).

Gas dari terminal apung akan dimanfaatkan untuk bahan bakar pembangkit milik PT PLN (Persero). Pasokan gas berasal dari lapangan gas bumi Bontang, Kalimantan Timur sebesar 11,75 juta ton selama 11 tahun.

Direktur Pengusahaan Perusahaan Gas Negara Michael Baskoro mengatakan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik di Jawa Barat mencapai 500 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) atau setara 3,5 juta metrik ton per tahun. "Saat ini kami baru dapat 1,5 juta ton dari Bontang. Jadi msh kurang 2 juta ton untuk PLN," ucapnya.

Perseroan sedang melakukan pembicaraan dengan sebuah perusahaan asal Qatar untuk memenuhi kebutuhan gas tersebut. "Jadi, ketika terminal selesai pembangunannya (pada 2012) kebutuhan gas sudah terpenuhi," ujar Michael.

SORTA TOBING