Peringatan 40 Hari, Pelajar SD Sidoarjo Doakan Gus Dur

TEMPO Interaktif, Sidoarjo - Sekitar 150 siswa Sekolah Dasar Pembangunan Jaya Sidoarjo menggelar doa bersama memperingati 40 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Jumat (5/2). Para siswa mengenakan pakaian keagamaan masing-masing mulai agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu maupun Khonghuchu.

"Kami menghormati Gus Dur sebagai tokoh pluralisme," kata juru bicara SD Pembangunan, Yuli Indrasari.

Menurutnya, para siswa berasal dari latar belakang budaya dan agama yang berbeda. Namun, selama bergaul di sekolah mereka tetap menjalin toleransi serta saling menghormati agama dan budaya masing-masing. Bahkan, mereka selalu rukun dalam melaksanakan aktivitas keagamaan masing-masing.

Para siswa melaksanakan doa bersama sesuai dengan agama masing-masing dipandu guru agama dari berbagai agama dan keyakinan. Mereka terlihat khusuk mengikuti memanjatkan doa hingga selesai. Usia doa bersama, siswa melanjutkannya dengan makan bersama. Sebelunmnya, mereka berkeliling sekolah dengan mengenakan pakaian keagamaan masing-masing.

Amanda Amira, siswa kelas IV menyatakan mengidolakan Gus Dur sebagai tokoh agama yang menjunjung tinggi toleransi antar agama. Ia meminta agar pemerintah secepatnya menetapkan Gus Dur sebagai pahlawan negara. Karena jasanya meletakkan dasar demokrasi dan toleransi agama di negeri ini. "Kami doakan agar Gus Dur segala amal baiknya diterima Tuhan," ujarnya.

 

EKO WIDIANTO