foto

TEMPO/Zulkarnain



Kementerian BUMN Inspeksi Terminal Peti Kemas Makassar  

TEMPO Interaktif, Makassar - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan inspeksi di Terminal Petikemas Makassar sekitar pukul 20.00 wita malam ini. Dalam inspeksi kali ini, Sekretaris Kementrian BUMN Said Didu hanya ditemani seorang ajudan.

"Kunjungan ini untuk mengecek pengoperasian 24 jam oleh Terminal Petikemas Makassar," kata Said Didu kepada wartawan usai inspeksi. 

Selain itu, Said Didu juga melakukan inspeksi di terminal penumpang Pelabuhan Soekarno-Hatta. Di pelabuhan tersebut Said dan rombongan pimpinan dan staf PT Pelindo IV menaiki kapal KM Bukit Siguntang untuk mengecek pelayanan di terminal penumpang itu dan pelayanan di atas kapal.

Dia mengatakan pelabuhan peti kemas Makassar merupakan salah satu pelabuhan dari empat pelabuhan yang diharuskan beroperasi 24 jam, tiga lainnya yaitu pelabuhan Belawan Medan ,Tanjung Priok Jakarta, dan Tanjung Perak Surabaya.

Dalam inspeksi tersebut, Said yang didampingi oleh General Manager PT Pelindo IV cabang Makassar Arusi Rachman dan General Manger Terminal Peti kemas Makassar menilai terminal peti kemas Makassar sudah mampu beroperasi 24 jam secara optimal.

Namun, dia perlu peningkatan layanan terutama dari sisi percepatan pelayanan. Kalau dulunya 1 : 5 artinya peti kemas sehari di kapal 5 hari di halaman terminal , maka saat ini harus ditingkatkan menjadi 1 : 3 sehingga peti kemas tidak lama tinggal di halaman.

Kalau peningkatan pelayanan tersebut dilakukan, lanjut dia, maka akan jumlah arus bongkar muat petikemas yang sebelumnya 350 ribu twenty-feet equivalent unit (TEU's) per tahun menjadi 700 ribu TEU's per tahun.

Anharuddin Siregar, General Manager Terminal Peti kemas Makassar saat mendampingi Said Didu mengatakan untuk meningkatkan pelayanan seperti itu dibutuhkan penambahan fasilitas beberapa Container Crane yang saat ini hanya ada lima.

Meskipun dilakukan penambahan crane, lanjut Anharuddin, ruang pada pelabuhan tidak lagi mampu menampungnya. Untuk itu, diperlukan penambahan investasi berupa perluasan pelabuhan peti kemas ke arah utara di dekat galangan kapal.

Said Didu menambahkan Pelindo IV merupakan salah satu perusahaan jasa bongkar muat barang dan penumpang yang kondisinya sudah sehat sejak tahun 2004. "Artinya sejak itu, sudah untung sampai sekarang," kata dia.

INDRA O Y