foto

TEMPO/Dinul Mubarok



Wartawan Boikot Komisi Pemberantasan Korupsi  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sejumlah wartawan yang biasa meliput di Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini (5/2) memboikot Komisi. Pagi ini saja seharusnya ada konferensi pers mengenai lembaga lelang yang akan disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi M. Jasin. Namun sampai berita ini diturunkan tidak ada satupun wartawan yang bersedia untuk meliput konferensi tersebut.

Padahal staff humas Komisi telah memanggil para wartawan untuk masuk ke dalam ruang konferensi dua kali berturut-turut. Aksi ini dilancarkan para wartawan karena ulah Komisi yang memperlakukan beberapa terperiksa secara istimewa dengan membolehkan mereka keluar lewat pintu samping.

"Kita akan terus boikot, sampai KPK tidak membolehkan para tersangka koruptor lewat pintu samping," ujar wartawan Primair Online.

Komisi diketahui wartawan memfasilitasi Amrun Daulay dan Wisnu Subroto, para pejabat tinggi yang diperiksa terkait kasus korupsi, keluar gedung Komisi secara diam-diam dan dikawal lewat pintu samping. "Itu sama saja menutup hak publik untuk tahu siapa yang telah mencuri uang mereka," kata salah satu wartawan media online.

"Dulu ada keluhan dari pejabat yang dipanggil KPK. Mereka keberatan untuk diekspos wartawan. Kemudian kita ambil kebijakan bagi yang tidak mau diekspos kita fasilitasi lewat samping," jelas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto, dalam pesan singkat yang disebarkannya kepada wartawan semalam (4/2).

Para wartawan bahkan mengirimkan surat pernyataan yang ditujukan kepada pimpinan Komisi untuk menindaklanjuti tuntutan mereka. Alasan kebijakan Komisi tersebut dianggap oleh para wartawan terlalu mengada-ada. "Kalau takut ketinggian ya jangan main ke atas gunung," jawab wartawan mengumpamakan.

GUSTIDHA BUDIARTIE