Topik


Langganan Para Presiden

TEMPO Interaktif, Jakarta - Siang yang terik dan perut yang keroncongan menggiring Tempo ke restoran Cahaya Kota di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Meski bergaya minimalis, restoran yang adem dan tenang itu didirikan hampir 70 tahun lalu. Pelanggannya: para presiden, mulai Soekarno hingga Yudhoyono. Jadi soal rasa kira-kira tak bakal mengecewakan.

Ketika kami masuk, hanya beberapa meja yang terisi. "Ini pas lagi enggak rame," seorang pelayan dengan senyum ramah menjelaskan. Kebetulan yang menyenangkan, karena kami bisa leluasa memilih tempat.

Sejenak setelah memilih kursi, pelayan menyodorkan daftar menu. Ada sekitar 130 menu Chinese food. Itu belum termasuk minuman, makanan penutup, dan wine. Kebanyakan seafood, mulai sirip hiu alias hisit hingga kakap dan ikan malas. Dari tiram, kerang, hingga teripang. Ikan air tawar pun ada: gurami dan lindung, sejenis ikan air tawar yang panjangnya bisa sampai satu meter. Kalau tak mau seafood dan ikan, alternatifnya daging sapi, ayam, bebek, burung dara, dan kodok. Sebagai teman lauk, ada macam-macam sayuran. Salad sayuran pun ada.

Bingung? Pelayan sigap menawarkan menu favorit yang paling banyak dipesan pengunjung restoran. Di antaranya udang serabut, kailan dua rasa, kepiting Singapura, dan sapo seafood. Sebagai pemancing selera, kami memilih sup hisit dan sup scallop atau sejenis tiram. Dalam masa "menganggur" menunggu pesanan, pengunjung bisa ngemil camilan, seperti kacang telur, ditemani lagu evergreen, yang sayup-sayup terdengar dari pengeras suara.

Tak lama menunggu, sup pun datang. Sup hisit berwarna jingga. Sup scallop, sejenis remis, kuahnya kecokelatan. Sup hisit tentu saja berbahan dasar hisit. Tampilannya mirip soun, terasa lembut tapi lebih kenyal. Campurannya telur kocok, irisan jahe sebesar korek api, dan bawang putih. Sup scallop perut ikan. Isinya tentu saja scallop, lembaran-lembaran kecil perut ikan yang lembut, dipadu jamur hioko. Sup hisit terasa lebih segar karena ada campuran tomatnya. Sedangkan sup scallop lebih kuat rasa gurihnya.

Belum habis sup kami, makanan utama datang satu per satu. Udang serabut, kepiting Singapura, sapo seafood, dan kailan dua rasa sebagai teman nasi yang dihidangkan dalam mangkuk kecil. Penampilannya sangat menggoda.

Udang serabut disaput kocokan telur yang mirip serabut lembut berbaur dengan rajangan halus daun jeruk. Kuning meliputi udang goreng warna merah dengan "kombinasi" hijau tua. Rasanya begitu gurih. Pastilah. Tapi gurihnya tidak akan berlebihan karena irisan daun jeruk yang berbaur dengan dengan telur serabut membuat cita rasa menjadi "wangi" di lidah dan "pecah" oleh irisan cabai.

Kepiting saus Singapura berwarna jingga. Rasanya manis, gurih-segar, dan agak pedas karena menggunakan sambal dan saus tomat botolan. Sapo seafood-nya seperti sapo seafood yang ada di kebanyakan restoran Chinese food lainnya. Hanya, isinya komplet. Ada udang, scallop, irisan cumi-cumi dan teripang, serta tofu. Seafood membuat rasa sapo ini sangat gurih, tanpa penyedap buatan.

Jika tak ingin pedas, kedua menu itu bisa dipesan tanpa lada. Jangan khawatir, rasanya tetap sedap. Namun, rasa sapo seafood ini mirip sup scallop perut ikan. Namun rasa gurihnya lebih kuat dengan kuah yang lebih pekat.

Yang unik adalah baby kailan dua rasa yang dihidangkan sepiring. Daunnya dirajang kecil-kecil, lalu digoreng kering bersama bawang putih yang dipotong-potong kasar, tentu saja dengan beberapa bumbu. Gurih bawang putihnya sangat kuat dan sedikit pahit. Tampilannya mirip taburan daun kari pada ayam tangkap khas Aceh.

Pekat rasa bawang putih itu kontras dengan batang-batang kailan yang dikukus (steam) dan ditata terpisah dari daunnya. Batang baby kailan terasa "membilas" lidah hingga menetralisasi rasa pekat menjadi
segar.

"Penyegar" lainnya adalah acar mentimun manis-pedas. Acar Sinar Kota diiris agak tipis, bulat-bulat sesuai dengan lingkar mentimun. Jadi tak usah khawatir akan enek meski hampir semua makanan sangat gurih.

Pemilik Sinar Kota, Burhanudin Le, mengatakan bumbu-bumbu masakan Sinar Kota ini bertahan secara turun-temurun. "Resepnya resep keluarga." Kokinya dilatih sendiri secara bertahap. Dimulai dari sebagai pencuci piring, berlanjut jadi pemotong sayur, hingga jadi koki. Dengan begitu, rasa bumbunya terjaga sejak Des Alwi, sejarawan anak angkat Bung Hatta, kerap disuruh membeli makanan ke Sinar Kota--ketika itu masih bernama Toeng Kong atau Cahaya Timur--di kawasan Menteng.

Resep masakan Cina asli? Burhanudin membantah. Pengunjung dari Cina daratan, kata dia, mengatakannya tidak enak karena memang sangat berbeda dengan masakan Cina di sono. "Kami pun tidak bakal cocok dengan masakan mereka."

Untuk menutup santapan, kami pilih es jamur teratai, yang berisi irisan jamur, teratai, agar-agar laut, dan kacang Cina. Segar....

ENDRI KURNIAWATI | ALWAN RIDHA RAMDHANI

 

Menu Andalan


SUP SCALLOP PERUT IKAN
- scallop kering
- perut ikan
- teripang
- rebung
- jamur hyoko
- tahu jepang
- jahe

UDANG GORENG SERABUT

Bumbu dan bahan:

- udang peci/jerubung
- daun jeruk
- cabai rawit
- cabai merah
- kuning telur

Harga

Makanan: Rp 45-400 ribu
Minuman: Rp 3.000-Rp 300 ribu


"Saya suka makanan seafood Cina kecuali kepiting. Di sini lebih nikmat, sesuai selera lidah," Bernardus Beny, laki-laki paruh baya langganan lama Sinar Kota.