Yuddy Chrisnandy
Topik
Hijrah dari Golkar, Yuddy Chrisnandi Jadi Ketua DPP Hanura
TEMPO Interaktif, Surabaya - Mantan calon Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Yuddy Chrisnandi secara mengejutkan pindah partai dan bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Bergabungnya Yudi ini secara langsung diumumkan Wiranto saat membacakan kepengurusan Hanura di hadapan peserta Musyawarah Nasional I Partai Hanura di Hotel Sangri-la, Surabaya siang tadi (7/2).Yuddy sendiri dalam kepengurusan yang diketuai oleh Wiranto ini duduk menjadi salah satu dari 27 orang ketua DPP. "Saya belum tahu akan mengetuai bidang apa, tapi Pak Wiranto telah menunjuk saya dampingi beliau," kata Yudi usai namanya disebut Wiranto.
Yuddy mengaku bergabung dengan alasan Hanura dinilai sebagai wadah yang bisa memperjuangkan nilai idealis sesuai dengan hati nuraninya.
Yuddy mengakui setelah kekalahannya dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar, dirinya telah menjajaki komunikasi dengan beberapa tokoh lintas partai termasuk dengan Hanura. "Dua hari setelah munas Golkar atau tanggal 11 Oktober tahun lalu, saya diundang pak Wiranto. Saat itulah beliau secara langsung menawari saya bergabung," kata Yuddy.
Yuddy mengaku saat itu belum menyetujui tawaran Wiranto, hingga pada hari Selasa (2/2) lalu, dirinya untuk kedua kalinya dipanggil Wiranto. "Pak Wiranto kembali tanya ke saya, dan setelah saya pertimbangkan saya bersedia bergabung," tambah dia.
Selain karena alasan idealisme, bergabungnya Yuddy dengan Hanura lantaran secara psikologis dan historis, Yuddy mengaku dekat dengan Wiranto.
Yuddy menambahkan dari internal Partai Golkar saat ini tidak hanya dirinya seorang yang bergabung. "Beberapa teman saya di Golkar ada yang ikut. Saya tidak bermaksud gembosi Golkar, tapi mereka sendiri secara suka rela berniat bergabung," terang dia.
Ketua Dewan Penasihat Hanura, Bambang W Suharto mengatakan, bergabungnya Yuddy bukanlah kebetulan. "Yuddy satu visi dengan kita. Hanura partai terbuka, siapapun sah untuk bergabung," kata dia.
Di Hanura, Yuddy diharapkan mampu jadi darah baru perjuangan partai yang tetap menjaga idealisme sesuai dengan hati nurani. "Kita semua tahu idealisme dia, kami harapkan ini menjadi motivasi baru," terang dia.
ROHMAN TAUFIQ
Web via