TEMPO/Bismo Agung
Topik
Infografis
Arema Malang Cari Manajer Baru
TEMPO Interaktif, Malang - Manajemen Arema Indonesia sedang mencari-cari figur yang pantas untuk menjadi manajer baru setelah manajer yang juga Wakil Bupati Malang Rendra Kresna mengundurkan diri pada Sabtu (6/2).
Rendra mengaku mengundurkan diri karena ingin fokus mengarungi proses pemilihan bupati Malang periode 2010-2015 yang dijadwalkan digelar pada Agustus mendatang. Rendra maju sebagai calon bupati.
“Saya mundur agar keberadaan saya di Arema tidak lagi dianggap ingin memanfaatkan Arema. Selain itu saya memang mempunyai beberapa kegiatan yang begitu menyita waktu sehingga saya tak bisa sepenuhnya mengurusi langsung Arema,” kata Rendra, Minggu (7/2).
Selain menjadi Ketua Partai Golkar Kabupaten Malang, Rendra masih memegang beberapa jabatan ketua di organisasi nonpolitik seperti Palang Merah Indonesia Kabupaten Malang dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Jawa Timur.
Rendra tak murni 100 persen mundur dari Arema karena ia hanya pindah posisi sebagai Presiden Kehormatan PT Arema Indonesia merangkap jabatan Bendahara Yayasan Arema Indonesia. Sedangkan posisi manajer untuk sementara dipercayakan kepada Mudjiono Mudjito merangkap sekretaris yayasan.
Kata dia, kini Arema sudah menerima banyak masukan mengenai nama dan kualifikasi calon manajer definitif. Saat ini ada tiga nama calon manajer, dua orang dari Malang dan seorang lagi dari Jakarta.
“Semua masukan diterima, tapi semuanya tak bisa buru-buru disebutkan. Semua kandidat diproses dan diseleksi, dengan prioritas nantinya manajer baru yang definitif bisa berkonsentrasi penuh menangani Arema,” kata Rendra.
Jumlah nama kandidat manajer yang disebutkan Rendra persis sama dengan yang disampaikan Gunadi Handoko, Direktur Utama PT Arema Indonesia. “Ada yang dari Jakarta dan Malang,” kata dia yang dihubungi lebih dulu sebelum Tempo menelepon Rendra.
Gunadi memastikan figur kandidat manajer harus seorang pekerja keras dan memiliki kemampuan manajerial, bersedia total mengurusi manajemen, juga berpengalaman langsung di jagat persebakbolaan, khususnya Arema. Manajer baru tak boleh lagi menyambi atau merangkap jabatan lain di Arema.
Sama dengan Rendra, Gunadi menolak menyebutkan nama ketiga kandidat manajer. Namun, sumber Tempo, menginformasikan salah satu nama yang masuk dalam bursa kandidat manajer adalah Ovan Tobing. Ovan pernah menjadi manajer Arema di era Galatama, serta saat Arema berkiprah Liga Bank Mandiri Indonesia IX/2003 dan ditukangi Henk Wullems, pelatih asal Belanda.
Seorang lagi dipastikan berprofesi sebagai jurnalis dengan jabatan pemimpin redaksi di sebuah harian lokal di Malang. Nama sang jurnalis diusulkan Satrija Budi Wibawa. Satrija pernah menjadi ketua harian, sekretaris, dan manajer Arema, serta kini menjadi Sekretaris Korporasi Grup Bentoel.
Nama sang jurnalis kemudian disampaikan kepada Ketua Dewan Pembina Yayasan Darjoto Setyawan. Jabatan Darjoto di Grup Rajawali (induk Grup Bentoel) adalah Direktur Pengelolaan Pengembangan Bisnis PT Rajawali Corpora, serta Wakil Presiden Komisaris pada PT Semen Gresik.
Adapun kandidat dari Jakarta disebut-sebut pentolan dunia otomotif nasional yang diusulkan Andi Darussalam Tabusalla, Ketua Badan Liga Indonesia yang juga Anggota Dewan Pembina Yayasan Arema.
Abdi Purmono
Web via