Topik
Komunikasi KPU dan Bawaslu Soal Data Ruwet
TEMPO Interaktif, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu sama-sama mengklaim tidak mendapat data akurat yang diinginkan masing-masing pihak. Baik KPU dan Bawaslu merasa saling menunggu data dan datanya adalah yang paling lengkap.
"Kami sedang usahakan mendapat data dari teman-teman di daerah," ujar Ketua KPU Abdul Hafiz, Senin (8/2). KPU merasa data yang diinginkan oleh pihaknya tidak dipenuhi oleh Bawaslu.
Senada dengan KPU, Bawaslu juga kecewa karena KPU tidak pernah menunjukkan datanya pada mereka. "Kami dapatkan data dari teman, data yang terbaru, data yang mereka pers riliskan (tadi siang di gedung KPU), data yang terakhir tidak pernah disampaikan pada kami," kata anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina Sitorus.
Saling lempar-melempar soal data ini terus terjadi, misal saat ketua KPU, Bawaslu, dan Kementerian Dalam Negeri bertemu, Bawaslu mengatakan perwakilan KPU tidak membawa data sama sekali. "Anda bisa tanya, waktu saya ketemu dengan Pak Putu, dia bilang 'Kami tidak punya data', bahkan dia menggunakan data yang kita pakai sampai tingkat sekjen," ujar Tio.
Tio menambahkan, pihaknya menyayangkan sikap KPU tersebut, "Enaknya kan, ini datanya Bawaslu, ini datanya KPU, kita (sama-sama) korek kan begitu," kata Tio lagi.
Soal kelengkapan data ini masih menjadi polemik karena keduanya sama-sama mengklaim bahwa pihak yang lain tidak memenuhi kewajibannya untuk menyetor dan melapor data.
Febriana Firdaus