Infografis
Penurunan Indeks Saham Berlanjut
TEMPO Interaktif, Jakarta - Akumulasi sentimen negatif dari faktor global dan domestik membuat indeks sempat anjlok lebih dari 87 poin. Namun, bursa eropa yang dibuka membaik sore ini membuat indeks mampu berbalik arah naik, sehingga indeks tidak jatuh terlalu dalam.
Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini hanya turun 43,404 poin (1,72 persen) ke level 2.475,572 dari posisi akhir pekan lalu di 2.518,976.
Investor asing kembali mencatat penjualan bersih yang cukup besar senilai Rp 1,39 triliun. Sebanyak 146 saham harganya turun, dan hanyaa 32 saham yang berhasil naik, serta 56 saham lainnya stagnan.Volume transaksi mencapai 4,67 miliar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,53 triliun, serta 83,76 ribu kali.
Analis dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menjelaskan memburuknya prospek ekonomi kawasan Eropa masih menjadi kekhawatiran bursa regional membuat kembali dilanda tekanan jual.
Kondisi politik dari kasus Bank Century hingga berlanjut ke isu reshuffle kabinet yang digagas dari Partai Demokrat juga turut memicu pelemahan bursa.
Turunnya laba tiga emiten Badan Usaha Milik Negara, yakni Antam, Timah, serta Telkom juga turut mendorong kejatuhan indeks kali ini. Sebenarnya investor sudah mengantisipasi sebelumnhya bahwa turunnya harga komoditas tentu akan berpengaruh terhadap kinerja keungan sektor pertambangan ditahun 2009 kemarin. “Ini karena imbas dari faktor global saja,” kata dia.
Jatuhnya saham – saham unggulan di semua sektor, serta saham yang masuk dalam transaksi marjin membuat indeks kembali merosot cukup dalam. “Bila sentimen negatif dari faktor global masih berlanjut dan banyak investor yang terkena margin call dalam transaksi marjin, tekanan jual akan kembali berlanjut,” tuturnya.
Saham – saham yang menganjal pergerakan indeks kali ini adalah: Astra International jatuh Rp 650 menjadi Rp 33.700, Indo Tambangraya anjlok Rp 1.150 menjadi Rp 28.950, United Tractor melemah Rp 600 menjadi Rp 15.350, PTBA turun Rp 600 menjadi Rp 15.550, Gudang Garam merosot Rp 900 menjadi Rp 24.100, Unilever jatuh Rp 400 menjadi Rp 10.800, serta serta Telkom juga jatuh Rp 250 menjadi Rp 8.700 per saham.
Pergerakan indeks hari Selasa besok diperkirakan akan berada dalam rentang antara 2.400 hingga 2.500. Bila kecemasan mereda dan bursa Wall Street kondusif, indeks berpotensi menguat.
VIVA B K