Infografis
Isu Resufle Turut Picu Pelemahan Pasar
TEMPO Interaktif, Jakarta -Isu resufle kabinet yang berkembang akhir-akhir turut mempengaruhi pelemahan pasar. Analis dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, menjelaskan selain memburuknya prospek ekonomi kawasan Eropa yang menyebabkan tekanan jual bursa regional, kondisi politik dari kasus Bank Century hingga berlanjut ke isu resufle juga turut memicu pelemahan bursa. “Sehingga menambah alasan bagi investor asing keluar dari bursa, karena merasa tidak nyaman berinvestasi di bursa domestik,” kata Purwoko kepada Tempo.
Adanya rumor kompromi politik dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahwa Menteri Keuangan Sri Mulayani akan diganti dan akan ditempatkan di Bank Indonesia pasti akan memberi dampak bagi pasar. Karena selama ini, Sri Mulyani cukup dipandang oleh lembaga keuangan internasional, dan mampu mengawal ekonomi Indonesia lepas dari krisis 2008. Bahkan pernah menjadi menteri keuangan terbaik di Asia. “Yang perlu dilihat adalah siapa figur penggantinya,” ujarnya.
Kepala Ekonom Bank Danamon, Anton Gunawan, menilai isu reshufle kabinet akhir-akhir ini masih belum terlalu memberikan dampak yang signifikan terhadap sentimen pelaku pasar. “Dampaknya ada, tapi tidak terlalu signifikan,” kata Anton. Ia melihat penurunan tersebut lebih disebabkan oleh faktor regional, seperti bank sentral Australia yang menahan suku bunganya.
VIVA B K | ARIE FIRDAUS