Sentimen Negatif Pemicu Rontoknya Saham

TEMPO Interaktif, Jakarta - Terkoreksinya indeks harga saham gabungan lebih dari 40 poin atau 1,72 persen pada penutupan perdagangan hari ini masih disebabkan oleh sentimen negatif para pelaku pasar terhadap jebloknya perdagangan pekan lalu.

Saham “Minggu ini masih terpengaruh, masih ada sentimen,” ujar Anton Gunawan, kepala ekonom Bank Danamon kepada Tempo, Senin (8/2). Namun ia melihat, sentimen negatif seperti itu merupakan hal yang biasa dalam perdagangan saham. Koreksi-koreksi seperti ini masih akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, analis BNI Securities, Akhmad Nurcahyadi, menilai arus dana masih mencari tempat yang aman (safe haven) sehingga pemulihan di pasar saham masih belum stabil. Namun ia memprediksi, dalam waktu yang lebih singkat dari tiga bulan, keadaan akan kembali membaik.

Akibat akumulasi sentimen negatif dari faktor global dan domestik membuat indeks harga saham lokal sempat anjlok lebih dari 87 poin. Namun, bursa Eropa yang dibuka membaik sore ini membuat indeks mampu berbalik arah naik, sehingga indeks tidak jatuh terlalu dalam.

Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini hanya turun 43,404 poin atau 1,72 persen ke level 2.475,572 dari posisi akhir pekan lalu di 2.518,976. Investor asing kembali mencatat penjualan bersih yang cukup besar senilai Rp 1,39 triliun.

ARIE FIRDAUS