foto

TEMPO/Dwi Narwoko



Persebaya Minta Penghapusan Hukuman  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dihapusnya hukuman larangan bermain tanpa penonton yang diperoleh Arema Indonesia saat menghadapi PSM Makassar dua pekan lalu membuat Persebaya Surabaya meminta hal yang sama kepada PSSI. Senin (8/2) Persebaya mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap hukuman pertandingan tanpa penonton saat menjamu Sriwijaya FC Rabu (10/2) kepada PSSI melalui kuasa hukumnya, M. Sholeh.

“Kami mengajukan PK atas hukuman pertandingan tanpa penonton saat lawan Sriwijaya termasuk penghapusan denda Rp 30 juta. Hukuman ini memberatkan kami karena pemasukan dari penonton merupakan pendapatan utama kami untuk mengontrak dan membayar gaji pemain. Lagi pula Arema juga bisa mendapatkan penghapusan hukuman saat lawan PSM Makassar,” kata Sholeh dalam keterangan pers di kantor PSSI, Senin (8/2).

Persebaya dihukum menggelar laga tanpa penonton beserta denda Rp 30 juta kepada PSSI karena pendukungnya sempat membuat kerusuhan kecil saat menjamu Arema. Komisi Disiplin sebelumnya menghukum pemindahan laga ke Malang. Namun mereka kemudian meralat hukuman itu dengan alasan kesalahan administrasi.

Sholeh juga mempertanyakan keputusan Komisi Disiplin yang membuat dua vonis terhadap Persebaya di dalam waktu yang berbeda. “Sebelum hukuman tanpa penonton yang dikeluarkan tangal 28 Januari, Komisi Disiplin telah membuat hukuman bagi Persebaya untuk membayar Rp 5 juta kepada Arema karena kerusakan bus dan hukuman percobaan Rp 250 juta karena rasisme penonton. Seharusnya kami tidak mendapat dua hukuman dalam kasus yang sama,” lanjut Sholeh.

Selain berupaya mengajukan PK, Persebaya juga mengajukan banding soal kasus pertandingan tandang melawan Persib Bandung. Persebaya dihukum Komisi Disiplin dengan denda Rp 200 juta kepada PSSI dan Rp 50 juta kepada panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung atas kerusakan fasilitas stadion yang dilakukan pendukung Persebaya.

“Persebaya sebagai institusi tidak pernah mengordinir pendukungnya ke Bandung karena mereka sedang mendapat hukuman. Harusnya PT Kereta Api juga tidak memberangkatkan kereta api yang mengangkut bonek untuk menghindari kasus ini. Kami juga sudah menghimbau bonek untuk tidak ke Bandung saat pertandingan melawan Persema Malang,” ujar Sholeh.

Untuk menghindari kasus serupa terulang, Persebaya berencana membentuk suporter resmi yang dibekali kartu anggota pada 28 Februari mendatang. “Kami akan bertanggung jawab kalau suporter resmi ini melakukan pelanggaran hukum,” kata Sholeh.

ARIS M