Polisi Bandung itu Ditembak Dari Belakang

TEMPO Interaktif, GARUT - Brigadir Satu Endang Wahyu, 27 tahun, anggota Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung itu  ternyata ditembak dua kali dari belakang. Lokasi penembakan tidak jauh dari rumahnya di Kampung Nenggeng, Desa Mekawangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. "Satu proyektil peluru menembus dada kanannya," kata Kapolres Garut, Ajun Komisaris Besar Polisi Amur Chandra Juli Buanan ditemui di Rumah Sakit dr Slamet Garut, Senin (8/2).

Ada lima luka tembak yang diderita Brigadir Endang. Dua di bagian dada dan punggung serta satu luka di bagian pinggang sebelah kiri. Diduga korban ditembak dengan menggunakan senjata laras pendek dari jarak dekat.

Kejadian itu berawal saat korban hendak keluar dari rumahnya sepulang lepas dinas. Saat berada di jalan tiba-tiba motor Yamaha Vega R yang ditumpangi dua orang dengan menggunakan helm tertutup menghampir korban. "Pelaku langsung menembaknya, tanpa basa-basi," ujar Amur.

Berdasarkan keterangan korban, pelaku menembaknya dari arah belakang. Saat itu terdengar tiga kali letusan senjata. Pelaku menembaknya dua kali dari belakang, sedangkan satu tembakan diletuskan setelah korban rubuh di tanah.

Amur menduga, peristiwa itu merupakan salah tembak. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian dan memeriksa sejumlah saksi. Selain itu, polisi juga melakukan pengejaran dengan melakukan patroli lalulintas di pintu keluar Garut.

Disinggung jenis senjata yang digunakan korban, Amur mengaku belum mengatahuinya. "Saat ini kita masih mencari bukti peluru itu. Apakah senjata anggota atau bukan, akan kita ketahui setelah diidentifikasi," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jajaran Polwiltabes Bandung juga menurunkan 15 personilnya ke Kabupaten Garut dengan dipimpim Kasat Reskrim Ajun Komisaris Besar Polisi Arman.

Istri Korban, Nuri, 26 tahun, mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut. Kabar nahas itu diketahui dirinya dari tetangga. "Saya lagi dirumah," ujar tak tuntas. Dia hanya menangis disamping suaminya.

SIGIT ZULMUNIR