Topik
Bangkai Kapal di Dermaga Kalimas Tanjung Perak Dibersihkan
TEMPO Interaktif, SURABAYA - Administratur Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (9/2) mulai membersihkan seluruh bangkai kapal yang memenuhi dermaga Kalimas Surabaya. “Bangkai kapal sangat mengganggu alur pelayaran kapal yang keluar masuk dermaga,” kata Administratur Pelabuhan Tanjung Perak Cholik Kirom.
Menurut dia, dari dua kilometer areal dermaga Kalimas, saat ini tinggal satu kilometer yang bebas dari bangkai kapal. Kapal-kapal yang sudah tenggelam juga mengakibatkan perairan di dermaga itu menjadi sangat dangkal. Akibatnya, kapal harus menunggu air pasang untuk keluar masuk dermaga.
Seluruh bangkai kapal yang diangkat akan dipindahkan ke pinggir kolam selat Madura, tepatnya di sekitar pulau Madura.
Cholik juga mengatakan dermaga Kalimas juga semrawut. Banyak kapal kayu (KK) maupun Kapal Layar Motor (KLM) yang labuh jangkar tidak memenuhi ketentuan yang ada. “Mereka umumnya labuh jangkar pada posisi menyirip lebih dari dua shaf padahal harusnya bisa berjajar,” ujarnya pula.
Berlabuh dengan posisi menyirip lebih dari dua shaf rawan terjadi tabrakan. Bahkan sangat sulit dilakukan pemadaman apabila terjadi kebakaran karena api dengan cepat menjalar dari kapal yang satu ke kapal lainnya.
Humas Adpel Tanjung Perak Sri Sukaisi mengatakan, selain menertibkan bangkai kapal, juga akan melakukan pengerukan agar kedalaman air di dermaga bisa mencapai 3,5 meter hingga empat meter. Kedalaman saat ini hanya sekitar 2,5 meter.
Pekerjaan pengerukan, menurut Sukaisi, dilakukan PT Pelindo. Selain melakukan pengerukan di sekitar dermaga, PT Pelindo juga memperdalam posisi pipa
milik PT Pertamina hingga mencapai delapan meter. Saat ini pipa tersebut berada pada kedalaman 2,5 meter. ROHMAN TAUFIQ.