Topik


Pilkada Mojokerto, Parpol Patok Mahar Miliaran

TEMPO Interaktif, MOJOKERTO-Pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati kabupaten Mojokerto dari jalur independen, Khoirul Badik dan Yazid Kohar mengaku tidak menggunakan kendaraan partai politik karena mahar yang diminta terlalu besar.

Yazid Kohar mengaku sempat menemui beberapa partai politik,. Hasilnya, partai parlemen yang memiliki kursi di bawah lima mematok harga Rp 2 miliar,” Sementara yang kursinya diatas lima minta Rp 5 miliar,” kata dia kepada TEMPO, Selasa (09/02).

Hanya saja, dia enggan menyebut partai apa yang dimaksud. Merasa tidak bisa memenuhi permintaan partai yang mematok harga tinggi itu, dia langsung mundur, dan maju sebagai calon independen. Kohar sendiri adalah wakil ketua dewan Syuro Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  kabupaten Mojokerto.

PKB saat ini memiliki lima kursi di parlemen. Meski demikian, Kohar terdiam ketika ditanya apakan partai yang dimaksud adalah PKB. Dia hanya mengatakan, dirinya maju sebagai calon independent tidak atas rekomendasi partai tempatnya bernaung.

Pengakuan Kohar langsung dibantah Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Syaiful Fuad. PKB, kata dia, tidak pernah meminta uang sebesar itu sebagai kompensasi atas dukungan partai. Di internal partai juga tidak pernah dibicarakan soal pencalonan Kohar. Bahkan, dia sama sekali tidak tahu kalau ada kader PKB yang maju melalui jalur independent.

Disinggung sal pencalonan Kohar, pimpinan PKB Kabupaten Mojokerto itu belum memiliki sikap. Dia berencana menggelar rapat internal untuk membahasnya.”Saya akan mengadakan rapat dulu, soalnya saya baru dengar kalau pak Kohar mencalonkan diri,” kata dia.

Hal yang mirip dikatakan Ketua DPC PD Kabupaten setempat, RM Budi. Bedanya, demokrat mengaku tetap membutuhkan bakal calon yang memiliki uang banyak alias kaya. Hal itu dibutuhkan untuk pembiayaan pencalonan. Namun demikian, lanjutnya, biaya yang dipatok demokrat tak sebesar itu.”Biaya tetap ada, tapi gak besar,” kata dia pekan kemarin.(Muhammad Taufik)