Wartawan Protes Penyekapan di RS Adam Malik

TEMPO Interaktif, Medan -  Ratusan wartawan bergabai media cetak dan elektronik di Medan, pagi ini  berunjuk rasa di  gedung DPRD Sumatera utara menyikapi kekerasan dan intimidasi yang kerap dialami jurnalis saat menjalankan tugas.  Mereka menyampaikan tuntutan atas kekerasan dan penyekapan yang dilakukan oknum dokter dan petugas keamanan Rumah Sakit Pusat Adam Malik Medan terhadap lima  wartawan akhir pekan lalu. 

Menurut Arif Rifian, koordinator pengunjuk rasa, saat itu, ke lima rekan wartawan sedang  menjalankan tugas peliputan dugaan malpraktik dirumah sakit itu. "Atas kasus tersebut, kami meminta DPRD Sumut memanggil Direktur Umum RS Adam Malik untuk bertanggung jawab," kata Arif. Para wartawan juga meminta Dirut RS Adam Malik dicopot dari jabatannya karena membiarkan kekerasan  terjadi di instansi yang dipimpinnya.

Kelima wartawan yang disekap itu telah melaporkan kasus itu ke Kepolisian Kota Besar Medan. "Kami disekap dan diancam saat menjalankan tugas jurnalistik di RS Adam Malik," kata Reza, wartawan  Harian Pos Metro  kepada Tempo hari ini. Selain Reza, Fendi kontibutor Trans 7 juga turut disekap. 

Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga dan Muhammad Affan yang menerima aspirasi jurnalis pengunjuk rasa mengatakan akan memanggil Dirut RS Adam Malik terkait kasus penyekapan wartawan tersebut.

Seusai diterima anggota dewan, para wartawan  long march dari gedung DPRD menuju kantor  Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro Medan. Namun Gubernur tidak menemui wartawan.  "Pak Gubernur dan asisten sedang rapat," kata  Kepala Pengamanan Kantor Gubernur Anggiat Hutagalung.

Menanggapi kasus penyekapan itu, Direktur RS Adam Malik Djamaluddin Sambas membantah tudingan tersebut. "Itu tidak benar, saya  siap bertanggung jawab dan mundur dari jabatan saya jika ada dokter RS Adam Malik yang menyekap wartawan saat menjelankan aktivitas jurnalistik di lingkungan RS Adam Malik," kata Sambas.


SAHAT SIMATUPANG