Topik
Penyewaan Pulau Tabuhan Tunggu Rekomendasi Menteri Kelautan
TEMPO Interaktif, BANYUWANGI - Penyewaan Pulau Tabuhan untuk wisata bahari hingga saat ini masih menunggu rekomendasi dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. "Sebelum mendapat rekomendasi, pihak investor akan menyampaikan pemaparan lebih dulu di depan menteri," Kata Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi Made Mahartha, Selasa (9/2).
Pulau Tabuhan yang terletak di Kecamatan Wongsorejo dan berada di perairan Selat Bali itu dilirik investor asal Maladewa, PT Safari International Resort. Di pulau seluas 5,3350 hektare itu akan dikembangkan wisata bahari yang dilengkapi fasilitas penginapan.
Selama ini, Pulau Tabuhan merupakan pulau kosong. Perairan di sekitar pulau ini terkenal karena keindahan terumbu karangnya.
Menurut Made, sesuai proposal yang diajukan, PT Safari akan menyewa pulau tersebut selama 30 tahun dengan nilai investasi Rp 100 miliar. Namun, katanya, belum ada kesepakatan pembagiaan hasil antara investor dan daerah. "Setelah rekomendasi turun, kita bentuk tim untuk membahas kontrak pengelolaan," ujarnya.
Made menjamin pengelolaan pulau untuk wisata bahari tersebut tidak akan merusak ekosistem laut. Sebaliknya, kata dia, jika keindahan alamnya rusak maka akan mengurangi minat wisatawan.
Kordinator Aktivitas Karya Pelestari Alam, Suwandi, meminta Pemkab konsisten untuk mengawasi jika wisata di Pulau Tabuhan terealisasi. Menurut dia, supaya kondisi lingkungan tidak rusak maka pihak investor harus melakukan konservasi khusus dengan menjaga keberlangsungan terumbu karang dan mangrove. "Konservasi harus dilakukan di semua zona," katanya.
Selain aspek lingkungan, investor harus melibatkan masyarakat sekitar supaya Pulau Tabuhan tidak menjadi wisata eksklusif. IKA NINGTYAS.