Penembak Polisi di Bandung Diduga Dendam

TEMPO Interaktif, Bandung - Motif penembakan Brigadir Satu Endang Wahyu, anggota Satuan Pengamanan Objek Vital Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung, Senin (8/2) petang, di Tarogong Utara, Kabupaten Garut, diduga adalah balas dendam. 

Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Abdul Hakim Munsyarif mengatakan indikasi dendam tampak setidaknya dari jumlah tembakan yang dilepaskan pelaku. "Jumlah tembakan sampai tiga kali itu supaya korban terbunuh, itu sudah indikasi balas dendam," kata Hakim saat dihubungi Tempo, Selasa (9/2) malam.

Apalagi, dari hasil pemeriksaan sejauh ini diketahui tak ada barang milik korban saat itu yang dirampas para pelaku. Kedua pelaku yang menunggang sepeda motor bebek itu langsung kabur setelah melumpuhkan Endang.

Meski begitu, Hakim mengaku masih menyelidiki penyebab dendam para pelaku terhadap korban. Begitupun soal dugaan jenis senjata dan pelaku penembakan, Hakim menolak membeberkan. "Itu yang masih dalam penyelidikan kami," aku dia.

Hakim mengatakan hasil uji balistik proyektil peluru yang dilepaskan senjata pelaku bisa memastikan jenis pistol, apakah senjata aparat atau bukan. Jenis senjata lalu bisa mengarahkan apakah pelakunya aparat atau bukan.

"Hanya untuk itu kan kami masih harus menunggu hasil uji balistik oleh Mabes Polri yang belum keluar," jelas dia.

Selubung misteri di balik penembakan, akan kian tersingkap ketika Endang memberikan kesaksian. "Tapi kami belum bisa meminta kesaksian dia, karena dia belum bisa bicara dan masih dalam perawatan intensif," kata Hakim.

Hakim juga memastikan hingga kini polisi masih memburu para pelaku penembakan. "Hampir semua bagian dilibatkan, terutama reserse, intel, dan provos," tandas dia.

Endang tiga kali ditembak pelaku yang menunggang sepeda motor bebek berboncengan Senin (8/2) petang. Endang saat itu tengah pulang kampung menengok keluarganya di Mekarwangi.

Akibat tiga peluru yang dimuntahkan pistol pelaku, korban menderita luka di dada, punggung, dan pinggang. Endang kini dirawat intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

ERIK P HARDI