Hatta Merasa Tak Etis Komentari Perombakan Kabinet

TEMPO Interaktif, Jakarta -   Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa tak ingin mengomentari perombakan atau reshuffle kabinet karena tak etis. Menurut dia, reshuffle merupakan hak prerogratif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia sebagai salah satu pembantunya, merasa tak etis menanggapi.

"Reshuffle kewenangan presiden sepenuhnya," kata Hatta dalam jumpa pers usai pelantikan pengurus Dewan Pengurus Pusat PAN di Jakarta Convention Center, Selasa (9/2).

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Drajad Wibowo. Menurut Drajad, reshuffle adalah urusan presiden. Ia mempersilakan Presiden melakukannya. "Menteri pembantu presiden, silakan," kata dia.

Isu reshuffle mencuat seiring dengan pembahasan kasus Bank Century oleh Panitia Khusus Angket Century di Dewan Perwakilan Rakyat. Sikap kritis Panitia Angket yang sebagian merupakan anggota partai koalisi pemerintahan memicu berkembangnya isu reshuffle tersebut.

AQIDA SWAMURTI