Topik
Infografis
Penawaran Saham Perdana Garuda Mundur ke Triwulan Ketiga
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan eksekusi penerbitan saham publik perdana (IPO) PT Garuda Indonesia akan mundur hingga triwulan tiga. Sebelumnya, perusahaan penerbangan negara itu dijadwalkan IPO pada triwulan pertama.
"Garuda pada triwulan tiga, disesuaikan dengan Bank Mandiri agar mencapai hasil maksimal," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar di sela-sela acara pencatatan PT PP Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/2).
Penawaran saham kepada publik ini, dia melanjutkan, dapat meraup dana segar sebanyak US$ 300 juta. Menurut Mustafa, persero belum memiliki penjamin emisi (underwriter). "Masih ditunjuk," kata dia.
Rencana IPO sempat terganjal penyelesaian utang Garuda dengan PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 3,36 triliun. Selain untuk menambah armada baru, persero akan menggunakan hasil IPO untuk membayar pokok utang sebesar Rp 1 triliun. Hingga berita ini diturunkan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar belum memberi konfirmasi.
Setelah Garuda Indonesia, pemerintah akan melepaskan sebagian saham PT Krakatau Steel kepada publik. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Keuangan DPR RI kemarin, Direktur Utama Fazwar Bujang memastikan eksekusi IPO juga akan mundur menjadi November 2010 dari rencana di triwulan dua.
Mustafa mengatakan perusahaan baja itu tengah membangun perusahaan ventura dengan perusahaan baja Korea Selatan, Posco. "Hal ini akan membuat ratingnya naik," ujarnya.
RIEKA RAHADIANA | ARIE FIRDAUS