Bongkar muat CPO di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (23/10). Pemerintah menerapkan kebijakan penurunan tarif pungutan ekspor minyak kelapa sawit mentah dari 7,5 persen menjadi 2,5 persen. TEMPO/Puspa Perwitasari
PTPN Impikan Bangun Pabrik Minyak Goreng Di Cina
TEMPO Interaktif, Jakarta -Deputi Kementrian Badan Usaha Milik Negara Bidang Agroindustri, Agus Pakpahan, mengungkapkan adanya rencana untuk membangun pabrik minyak goreng di negeri Cina. Menurutnya, meski baru sebatas ide, rencana tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan surplus produksi minyak sawit (CPO) dalam negeri.
Ia mengungkapkan optimismenya Indonesia akan mengalami surplus minyak sawit (CPO) pada 2020. Saat itu, diprediksinya produksi CPO akan meningkat dua kali lipat, dari 20 juta ton menjadi 40 juta ton. "Ini melebihi konsumsi dalam negeri, dan perlu outlet untuk menampungnya," kata Agus usai rapat dengar pendapat dengan Komisi Industri Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa (9/2).
Sebagai imbal baliknya, Indonesia akan mendatangkan pupuk fosfat dari Cina. "Ini soal bagaimana kita punya trading partner, bukan cuma jual CPO ke Cina saja," ujarnya. Ia yakin rencana ini akan sangat menguntungkan mengingat Indonesia masih kekurangan pupuk.
Namun, Dewan Perwakilan Rakyat tak sependapat. Sementara ini yang menginginkan pengembangan pabrik minyak goreng di Cina barulah dari pihak BUMN, dalam hal ini PT Perkebunan Nusantara sebagai leader di dalam negeri.
Agus tidak banyak berkomentar mengenai penolakan di DPR tersebut. "Ini baru ide, belum rencana." Rencana ke depan yang akan dilakukan terhadap surplus CPO ini adalah sebagai bahan bakar alternatif. "Untuk energi, biodiesel."
RATNANING ASIH





