Polisi Geledah Suporter Persib di Stasiun Kediri

TEMPO Interaktif, Kediri - Sedikitnya 150 pendukung kesebelasan Persib Bandung tiba di Stasiun Kediri dengan menumpang Kereta Api Kahuripan. Petugas Kepolisian Resor Kota Kediri langsung menggeledah mereka untuk menghindari tindakan anarkis.

Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka yang berlaga melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya petang ini.

Mereka berangkat dari Stasiun Kiara Condong, Senin (8/2) malam, tanpa pengawalan khusus dari polisi. “Kami tidak pernah membuat masalah dengan Persikmania,” ujar Batak, salah satu bobotoh yang ditunjuk sebagai koordinator saat tiba di Stasiun Kediri, Selasa (9/2) siang.

Begitu turun dari kereta ekonomi Kahuripan, polisi langsung menggeledah pakaian dan barang bawaan mereka. Demikian pula dengan atribut tim yang mereka usung dipastikan tidak terdiri dari benda berbahaya. “Mereka masih tertib,” kata Kepala Satuan Tugas Pengendali Massa Polresta Kediri Inspektur Satu Priyono.

Untuk menghindari potensi bentrok dengan Persikmania, polisi membawa mereka ke halaman Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Kediri. Gedung sekolah tersebut berada tepat di belakang Stadion Brawijaya sehingga memudahkan mereka memasuki stadion.

Menurut Batak yang tampak sibuk mengatur anak buahnya, kedatangan mereka ke Kediri tidak melalui koordinasi dengan Yayasan Suporter Persik (YSP) terlebih dulu. Selain jumlahnya kecil, para bobotoh ini juga berasal dari berbagai daerah di Bandung. “Saya yakin aman karena tidak ada permusuhan di antara kami,” katanya.

Ketua YSP Hendri Ego berjanji akan menjaga keamanan tamunya selama di Kediri. Dia juga menjamin seluruh bobotoh itu masuk ke stadion dengan mempermudah pelayanan tiket. “Kami akan kawal mereka di sini,” kata Ego.

HARI TRI WASONO