foto

Angelina Sondakh



Ayah Adji Meninggal, Angelina Dapat Wasiat

TEMPO Interaktif, Jakarta - Aktor sekaligus politisi Adji Massaid terlihat tak kuasa menahan tangis. Ia tampak terpukul melihat jenazah ayahnya, Raden Pandji Sujono Tjondro Adiningrat berlahan-lahan tertutupi tanah makam Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Ayah Adji yang meninggal di usia 78 tahun sempat dirawat selama dua setengah bulan di rumah sakit umum Harapan Kita. “Bapak menderita stroke dan komplikasi, dan terkena gagal jantung. Kita sudah berusaha semampu kita, tapi Tuhan berkehendak lain,” kata Adji seusai prosesi pemakaman almarhum, selasa, (9/2).

Semasa hidup, ayah dari pria kelahiran 7 Agustus di Jakarta 42 silam ini, merupakan sosok pendiam. “Tapi almarhum menunjukkan kasih sayang kepada kita dengan perbuatan,” tutur Adji. “Beliau berpesan agar kita bisa rukun dan adil dengan keluarga dan saudara.”

Istri Adji, Angelina Sondakh juga mengatakan hal senada. Di mata perempuan Manado itu, almarhum sudah seperti ayah sendiri. “Beliau sering mendamaikan saya dan mas Adji kalau sedang berantem,” kata Angelina. “Tapi itu dulu sewaktu kita masih pacaran.”

Hingga Aggie, begitu ia kerap disapa, resmi menjadi istri Adji pada akhir April kemarin, perhatian almarhum kepadanya tidak berkurang. “Beliau sering menelepon kabar kita bagaimana,” tutur perempuan kelahiran 28 Desember di Australia, 32 tahun silam.

Menurut Anggie, menjelang almarhum menutup mata, ia sempat memberi wasiat kepada dirinya. “Beliau ingin agar cucu putranya (maksudnya, Keanu Jabaar Massaid, anak Adji dari rahim Anggie) diberi gelar Raden Mas Pandji juga,” ungkap Anggie. “Menurutnya biar darah biru Jawa tetap ada.”


MUSTHOLIH