Infografis
Korban Gempa Lempari Rumah Wali Kota Padang
TEMPO Interaktif, Padang - Sekitar seribu pedagang Pasar Raya Kota Padang siang tadi berunjuk rasa mengepung rumah dinas Wali Kota Padang. Korban gempa yang kehilangan tempat berjualan itu melempari Rumah Dinas Wali Kota di Jalan Ahmad Yani dalam aksi unjuk rasa, Rabu (10/2).
Para pedagang yang tergabung dalam Forum Warga Kota menuntut agar kios darurat yang didirikan di tengah jalan oleh Pemerintah Kota Padang. Selama ini mereka berjualan di Pasar Raya yang telah dirobohkan karena rusak akibat gempa. Selanjutnya pasar akan dipindahkan ke lapangan Imam Bonjol.
Mereka berjalan kaki dari Pasar Raya menuju Rumah Dinas Wali Kota yang sudah dijaga sekitar 500 petugas polisi. Rumah dinas juga dipagari kawat berduri, dan di depan pagar ditempatkan sebuah mobil water canon.
Pedagang menyampaikan tiga tuntutan. Selain meminta Pemerintah Padang memindahkan 1.100 kios darurat di tengah jalan itu ke Lapangan Imam Bonjol. Mereka juga meminta Pemerintah menuntaskan pencairan dana bantuan gempa 2007, dan pembangunan terminal dekat Pasar Raya.
Petugas keamanan melarang pedagang bertemu wali kota untuk menyampaikan tuntutan. Akibatnya, pengunjuk rasa yang sebagian perempuan setengah baya melempari rumah dinas wali kota dengan tempurung cabe. Keduanya sudah disiapkan satu bak mobil Colt L-300 dan cabe yang dibungkus plastik.
Aksi itu menyebabkan polisi anti huru-hara menembakkan water canon ke arah pengunjuk rasa. Sebagian mereka lari menyelamatkan diri. Polisi akhirnya berhasil mengendalikan keadaan. Polisi tidak melakukan penahanan. Pengunjuk rasa kemudian kembali berorasi hingga bubar sekitar pukul 14.00 WIB.
Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah yang dihubungi melalui telepon mengatakan Wali Kota Fauzi Bahar sedang berada di Jakarta. Terkait aksi unjuk rasa ia meminta semua pihak untuk tidak melakukan tindakan anarkis.
”Kami sedang menunggu hasil Panitia Khusus DPRD Kota Padang yang menangani masalah Pasar Raya Padang, kalau sudah ada keputusan Pansus kami akan menyikapi,” kata Mahyeldi.
FEBRIANTI