Jumlah Penderita Diare Pamekasan Mencapai 307 Kasus

TEMPO Interaktif, Pamekasan - Jumlah penderita penyakit diare di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Januari lalu mencapai 307 kasus. Jumlah itu berasal dari 3 Puskemas. Sedangkan 17 Puskesmas lainnya belum melaporkan data penderita ke Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Pamekasan Abdul Hamid menilai kasus diare di wilayahnya tergolong tinggi. Sebab jika dibanding tahun 2009, 307 kasus tersebut sudah mencapai 20 persen dari total kasus diare 2009 sebanyak hampir 2800 kasus. "Ini juga baru sebagian Puskesmas yang melapor," katanya, Kamis (11/2).

Penyebab tingginya kasus diare ini, kata dia, secara umum sama dengan demam berdarah akibat kelola kebersihan lingkungan tempat tinggal yang buruk. Bedanya, demam berdarah disebabkan nyamuk sedang diare karena lalat sampah. "Obatnya cuma menjaga kebersihan," ujarnya.

Selain faktor lingkungan, pemicu utama diare di Pamekasan adalah datangnya musim panen buah seperti mangga, rambutan dan nangka. Hamid mengatakan konsumsi buah yang berlebihan bisa menyebabkan diare.

Menurut catatan Dinas Kesehatan Pamekasan, kasus diare cenderung tinggi mulai bulan Desember sampai Maret setiap tahun. Selain musim buah, kata Hamid, empat bulan tersebut merupakan puncak musim hujan.

MUSTHOFA BISRI