Topik
Polisi Lumajang Periksa Deputi Kementerian Riset
TEMPO Interaktif , Lumajang - Kepolisian Resor Lumajang memeriksa konsorsium selaku penyelenggara uji coba roket di Air Shoot Range milik Angkatan Udara di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Lumajang, Jawa Timur. Roket yang digunakan nyasar hingga melukai dua warga.
Kepala Kepolisian Resor Lumajang Ajun Komisaris Besar Dedi Prasetyo menyatakan Deputi Kementerian Riset dan Teknologi Teguh Raharjo telah menjelaskan roket nyasar buatan PT Pindad itu pada Rabu (10/2) lalu. “Kami masih melakukan klarifikasi terkait kecelakaan roket yang memakan korban luka,” kata Dedi kepada Tempo.
Acara Air Shoot Range merupakan uji coba persenjataan militer pada Rabu 27 Januari. Dalam acara, yang dihadir Menteri Riset dan Teknologi Suharna Suryapranata, itu dilakukan uji coba roket buatan PT Pindad. Dua roket, yang diluncurkan pertama dan kesepuluh, dari 14 kali peluncurkan menyasar lokasi warga.
Peluncuran pertama menyasar tambak udang warga di Desa Meleman, Kecamatan Yosowilangun. Sasaran berada lebih dari 15 kilometer dari lokasi uji coba. Roket kesepuluh menghantam rumah warga hingga melukai pasangan suami istri, Muhammad, 55 tahun dan Tiamah, 45 tahun.
Pihak konsorsium, yakni PT Pindad, Kementerian Riset dan Teknologi serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa, menanggung biaya perawatan dan pengobatan. Korban diberi santunan Rp 300 ribu se bulan selama tiga tahun.
Polisi telah memintai keterangan sembilan saksi. Teguh menjadi saksi pertama dari konsorsium.
Dedi mengatakan, polisi masih akan mengklarifikasi kecelakaan itu. Namun ia menolak menyebutkan nama mereka. “Tergantung kapan mereka ada waktu luang untuk datang kemari dan memberikan keterangan,” kata Dedi.
Dari data dan keterangan konsorsium, polisi akan mengkaji apakah terdapat kesalahan dalam kasus tersebut. Menurut Dedi, peristiwa tadi terjadi salah satunya karena faktor alam. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, Tegus Raharjo menyatakan sudah tak berada di lokasi saat roket kesepuluh diluncurkan.
Menurut pengakuan Gunawan Wibisono, salah satu Deputi Riset dan Teknologi, kegagalan roket kesepuluh, berdasarkan pengamatan dan rekaman video, terjadi akibat tak berfungsinya Kendali Fin (sirip), Sistem Separasi, Sistem Sustainer.
“Faktor alam juga mempengaruhi yakni angin kencang,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lumajang Ajun Komisaris Kusmindar. “Yang bertanggungjawab pada acara itu akan dipanggil. Kami berupaya proporsional.”
DAVID PRIYASIDHARTA





