Rumah Sakit Bekasi Produksi 70 Kilogram Limbah Medis Setiap Hari  

TEMPO Interaktif, Bekasi- Produksi limbah medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Jawa Barat, mencapai 70 kilogram sehari. Wakil Direktur Umum dan Keuangan rumah sakit Titi Musrifahati, mengatakan limbah medis itu sebagian diolah sendiri dan sebagian lagi dikirim ke perusahaan pengolahan limbah jenis barang beracun berbahaya (B3).

"Pengolahan limbah medis harus dimusnahkan," kata Titi kepada Tempo, Jumat (12/2).
Limbah medis seperti bekas infus, perban, jarum suntik, kapas, organ bagian tubuh, masker, dan kaos tangan.

Menurut Titi, RSUD Kota Bekasi telah membeli insenerator atau mesin pembakar kapasitas 400 kilogram untuk memusnahkan limbah medis. Pemusnahan dilakukan dua kali seminggu, lama pembakaran antara 4-5 jam.

Selain limbah medis, RSUD Kota Bekasi memproduksi limbah padat non medis sebanyak enam kubik per hari. Seperti bekas makanan, dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, di Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Adapun limbah cair, sebanyak 90 kubik perhari. Limbah cair diolah lewat instalasi pengolahan air limbah (IPAL), lalu dibuang ke Kali Bekasi. Menurut Titi, kapasitas pengolahan IPAL RSUD Kota Bekasi bisa mencapai 190 kubik perhari. "Jadi kemampuan olah limbah cair kami masih banyak," katanya.

Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Kota Bekasi Dudy Setiabudhi, mengatakan rumah sakit belum semua memiliki mesin pembakar limbah medis sendiri. Sehingga pengolahannya diserahkan ke perusahaan limbah. "Umumnya rumah sakit swasta," kata Dudy.

Lebih dari 20 rumah sakit, Dudy melanjutkan, belum semua mengelola limbahnya dengan baik. Bahkan, ada yang mencemari lingkungan karena membuang langsung ke Kali Bekasi. "Potensi pencemaran oleh sebagian rumah sakit masih tinggi," kata dia. Dudy enggan menyebut nama-nama rumah sakit tersebut.

 

HAMLUDDIN