Jawa Tengah Siapkan Tahun Kunjungan Wisata 2011

TEMPO Interaktif, Surakarta - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah saat ini tengah menyiapkan tahun kunjungan wisata Jawa Tengah 2011. Semua kota dan kabupaten di provinsi itu diharapkan turut ambil bagian dengan menyelenggarakan berbagai agenda wisata sepanjang tahun.

Menurut Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah, Budiyanto, persiapan untuk melaksanakan tahun kunjungan wisata itu cukup lama. "Kita telah menggodok konsep yang akan digunakan," kata dia di Surakarta, Sabtu (13/02). Hingga setahun ke depan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata yang ada di daerah.

Tema yang akan digunakan untuk tahun kunjungan wisata itu adalah Jawa Tengah Membatik Dunia. "Batik menjadi aset budaya yang sangat besar bagi Jawa Tengah," kata dia. Dari lima daerah yang menjadi asal usul batik, tiga di antaranya berada di Jawa Tengah, yaitu Solo, Lasem, dan Pekalongan.

Agenda terbesar yang akan diselenggarakan selama 2011 adalah Festival Batik Internasional. Semua daerah yang memiliki industri batik diharapkan dapat memamerkan hasil produksinya. Selain festival batik, mereka juga akan menggelar festival keris serta festival jamu.

Budiyanto berharap kabupaten dan kota di Jawa Tengah dapat memamerkan semua potensi wisatanya di tahun tersebut. "Mereka juga harus menggandeng pemangku kepentingan lain seperti hotel dan biro perjalanan," kata dia. Dia yakin jika kegiatan tersebut akan memberikan keuntungan langsung kepada pelaku industri pariwisata dan dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Keterlibatan kota dan kabupaten serta pelaku industri pariwisata sangat dibutuhkan karena keterbatasan anggaran milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah. "Kita tidak memiliki banyak anggaran," kata Budiyanto.

Sayangnya, dirinya enggan untuk menyebutkan nominal biaya yang dibutuhkan untuk perhelatan tersebut secara pasti. Untuk tahun ini, dinasnya hanya mendapatkan anggaran sebesar 0,9 persen dari total APBD Jawa Tengah.

Maskot yang akan digunakan dalam tahun kunjungan wisata tersebut adalah burung kepodang yang menggunakan beskap, sejenis pakaian tradisional untuk pria. Sedangkan logo yang digunakan berupa penari gambyong dengan pakaian batik. "Tari gambyong merupakan sebuah tarian selamat datang," kata dia.

Tahun kunjungan wisata itu diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Tahun lalu, jumlah wisatawan asing yang berkunjung di Jawa Tengah mencapai 302.698 orang. "Target kita di 2011 sebanyak 500 ribu wisatawan asing," kata Budiyanto. Untuk menarik minat wisatawan, pihaknya juga akan menggandeng pusat belanja dan mal untuk menyelenggarakan great sale.

Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Surakarta, Suharto, menyatakan kesanggupannya untuk mempromosikan tahun kunjungan wisata Jawa Tengah. "Maret mendatang kebetulan kita menyelenggrakan Bengawan Travel Mart," kata dia.

Kegiatan tersebut adalah sebuah kegiatan pameran potensi wisata yang ada di eks Karesidenan Surakarta yang dihadiri oleh agen perjalanan wisata dari luar negeri. Dia berjanji akan melakukan promosi melalui kegiatan itu.

AHMAD RAFIQ