Topik


Jawa Tengah Diminta Cari Lahan Penganti Tol Trans Jawa

TEMPO Interaktif, Semarang-Wakil Ketua Komisi B (Bidang Pertanian) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah meminta agar Provinsi Jawa Tengah mencari lahan pengganti yang digunakan untuk proyek pembangunan jalan tol Trans Jawa. Pengganti lahan tersebut sangat penting untuk menjahag swasembada pertanian yang sudah digagas oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. "Jika lahan pertanian produktif tidak diganti maka bisa hasil pertanian di Jawa Tengah akan turun," kata Haris di kantornya, Senin (15/2).

Haris menyatakan, dengan adanya proyek jalan tol Trans Jawa di Jawa Tengah maka akan ada sekitar 1500 hektar lahan persawahan, perumahan dan hutan yang akan dialihfungsikan. Anggota Panitia Khusus Pembahasan Perda Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah Provinsi Jawa Tengah menambahkan, lahan yang harus diganti tidak hanya lahan pertanian tapi juga lahan hutan yang akan dialihfungsikan untuk jalan tol Trans Jawa. Keberadaan pengganti hutan sangat penting karena untuk menjaga lingkungan di Jawa Tengah. "Apalagi, sebuah daerah minimal harus ada 30 persen lahan hutan. Tidak boleh dikurangi," kata politisi PKS ini.

Selama ini, kata Haris, undang-undang juga mewajibkan jika sebuah lahan hutan dialihfungsikan untuk sebuah proyek maupun pabrik. "Kalau untuk pabrik maka gantinya harus dua kali yang bisa diambil dari hutan rakyat," katanya.

Selain dialihfungsikan untuk proyek pembangunan tol Trans Jawa, kata Haris, dari tahun ke tahun juga ada pengalihan fungsi lahan untuk perumahan, industri (pabrik) hingga pemukiman baru. Tiap tahun rata-rata ada 300 hektar lahan di Jawa Tengah yang beralihfungsi seperti itu.

Kepala Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan Jawa Tengah Gayatri Indah Cahyani mengatakan setuju dengan pergantian lahan yang tadinya untuk tol Trans Jawa. "Nanti kita upayakan," kata Gayatri. Selain itu, Jawa Tengah juga akan merancang adanya lahan abadi seluas 1 juta hektar yang tidak boleh dialihfungsikan. Menurutnya, kebijakan soal lahan ini nanti akan dibahas dalam perda rencana tata ruang dan tata wilayah Jawa Tengah yang diperuntukan untuk 20 tahun ke depan.

Gayatri menyatakan, selama ini tiap hektare sawah bisa menghasilkan 5 ton gabah. Jika dikalikan panen dua kali maka tiap tahun produksi gabah Jawa Tengah mencapai 10 ton gabah per hektare. Tahun lalu, produksi beras di Jawa Tengah mencapai sekitar 5,3 juta ton. Sedangkan kebutuhan konsumsinya hanya 2,8 juta ton atau surplus sekitar 2,5 juta ton.

ROFIUDDIN