foto

Dok. P&G Beauty



Semburat Pelangi di Tahun Macan

TEMPO Interaktif, Tahun Macan Logam semakin menunjukkan cengkeramannya seiring dengan perayaan Imlek atau tahun baru Cina, Minggu lalu. Tak cuma soal peruntungan dan karier, di dunia mode, prediksi, bahkan tren yang akan berlaku di tahun ini, sudah dikupas habis-habisan oleh berbagai lembaga, para perancang kondang, hingga brand-brand yang punya kepentingan memanjakan konsumen sejak akhir tahun lalu. 

Vassiliki Petrou, Direktur Pemasaran Tren dan Inovasi P&G Beauty, beberapa waktu lalu di sebuah seminar kecantikan internasional di Jimbaran, Bali, mengatakan, kecantikan sebagai titik dan denyut utama bidang mode di tahun ini semburat aneka warna. "Kami lihat semburat warna pelangi, terutama warna terang yang mengisyaratkan semangat menjadi tren yang berlaku di tahun ini atau tahunnya Macan Logam," ujarnya.

Wanita lulusan master bisnis dari Sekolah Bisnis Columbia, New York, Amerika Serikat, itu menjelaskan, inspirasi semangat yang terwakili dari semburat aneka warna atau pelangi ini menunjukkan upaya kebangkitan dari kondisi krisis global yang melanda hampir seluruh negeri. "Saya percaya warna-warna yang semarak, utamanya warna terang, mewakili semangat bangkit dari situasi dan resesi global."

Petrou menerangkan, lembaganya dalam menyampaikan tren kecantikan selalu berdasarkan penelitian kecil yang mencakup aspek kecenderungan sosial demografi, analisis, lingkungan, gaya hidup, dan perilaku berbelanja seseorang. Dia menggarisbawahi, kesadaran konsumen di dunia akan kebutuhan produk kecantikan sangat besar.

Namun sekali lagi, lembaganya selalu mengaitkan kebutuhan masyarakat dengan tetap mengedepankan aspek lingkungan dan pertimbangan psikologi. "Kecantikan berikut produk dan trennya bukan sekadar pemuasan kebutuhan semata. Hal ini berkaitan erat dengan aspek kejiwaan," kata wanita yang berparas menawan ini.

Dia mengatakan tiga hal penting yang memicu dunia kecantikan berikut seluk-beluknya adalah urbanisasi masyarakat, kemajuan teknologi dan informasi berupa Internet, serta kesadaran peduli lingkungan. "Sejauh ini saya percaya kecantikan berikut seluk-beluknya bukan sekadar produk, tapi terkait nilai filosofi di dalamnya."

Petrou menyebutkan, tren kecantikan tahun ini adalah "Forever Young" atau riasan yang ingin terlihat selalu muda. Inspirasinya adalah semangat berjiwa dan berpikir muda. Titik beratnya bukan soal penampilan, melainkan mengedepankan unsur kesehatan, penampilan optimal, dan cara terlihat segar bak orang muda. Riasan ini disajikan secara elegan di acara peragaan Bottega Veneta awal tahun, yang menampilkan palet serta lukisan warna kuning, krem dan ungu.

Sedangkan Bruce Grayson, pakar kecantikan dunia dan berkelas Oscar, mendampingi Petrou dalam menyajikan riasan Techno Romance. Riasan ini terinspirasi oleh evolusi gaya hidup masyarakat urban. Melalui ultrafeminin dan kreatif seperti sebuah mimpi penuh pesona gemerlap, sherbet, dan warna pastel yang energetik. 

"Riasan ini menyajikan sisi kelembutan bak mawar dan lembayung muda di sore hari, namun berubah menjadi warna besarnya abu-abu terang yang berarti penampilan terakhir fun glamour," ujar penata kecantikan yang biasa mendandani tokoh dan bintang macam Tom Cruise, Katie Holmes, Brooke Shields, Caroline Kennedy, dan Hillary Clinton ini.

Grayson pun menyebut gaya Nomad Couture terinspirasi oleh gaya modern dan perlente yang diilhami dari pengembaraan perjalanan keliling dunia yang mengadopsi peleburan budaya dan gaya universal. Adapun gaya Ruffles Truffles adalah penemuan kemewahan yang mengandalkan daya tarik, kerapian, dan modernitas. "Warna yang kentalnya hijau, kuning, dan oranye."

Lalu, Nature Goddess, sang Dewi Alam, berupa warna-warni yang terilhami oleh kepercayaan, godaan, emosional, cerita, legenda, misterius dalam warna velvet, kuning lembayung, dan hijau. Sedangkan Midnight Hour merupakan warna-warna gelap yang sangat gotik, seperti hitam, abu-abu, biru, dan ungu gelap, yang terinspirasi oleh semangat bohemian.

HADRIANI P (Bali)

Kekayaan Sumatera

JAKARTA -- Terinspirasi oleh kepedulian pelestarian alam Sumatera sebagai salah satu ekosistem dunia yang harus dijaga untuk kepentingan kita semua, Sariayu Martha Tilaar menghadirkan Trend Warna ke-24 untuk 2010 bertajuk "Senandung Rimba Sumatera".

Sumatera dikenal sebagai The Land of Gold, karena banyak flora yang memancarkan semburat emas ketika terkena sinar matahari. Wujudnya berupa seri Nias dan Toba. Warnanya mengacu pada oranye dan hijau sebagai tren dunia.

Mengusung Exotic Glam, yakni karakter seri Nias bagi wanita penyuka penampilan natural dan elegan bersuasana eksotis. Untuk eye shadow pink, putih keemasan, dan cokelat keemasan bisa saling dikombinasikan. Adapun lipstik Nias 01 lebih gelap daripada lipstik Nias 02, yang oranye terang.

Untuk penampilan dinamis dan trendi, Sariayu melansir warna penuh semangat dengan rona kesegaran alam lewat koleksi Toba. Aplikasinya pada eye shadow yang mengombinasikan warna jingga, hitam, dan hijau.

"Gaya make-up ini untuk segala gaya. Seri Toba lebih natural fresh, bisa harian dan pesta. Pun seri Nias, juga bisa buat sehari-hari dan pesta, bergantung pada aplikasinya," kata Dian Asmarani Salindri, Brand Manager Sariayu.

Menurut Marketing Manager Sariayu Patricia Husada, kedua seri itu mengandung mineral dari batu Amethyst. Kecubung ungu. "Keunggulannya bisa menjaga tekstur kulit," katanya pada sebuah acara Martha Tilaar Group di Hotel Borobudur, Jakarta, medio bulan lalu.

Dwi Arjanto