Topik
Menteri BUMN: Masyarakat Keluhkan Layanan Pelindo III
TEMPO Interaktif, Surabaya - Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubar mendesak pihak PT Pelindo III untuk segera memperbaiki kinerjanya. “Selama ini saya dengar masih banyak pelanggan yang mengeluh,” kata Mustafa ketika memberikan arahan pada jajaran direksi PT Pelindo III di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/2).
Keluhan masyarakat terutama karena kurangnya peralatan serta masih tingginya biaya bongkar muat di pelabuhan. “Banyak keluhan, harus segera efisiensi terutama jaminan keamanan dan pelayanan,” kata Mustafa. Menurut dia, kebijakan perbaikan manajemen yang digalakkan sejak 2008 hingga 2009 bisa menjadi pemicu untuk meningkatkan pelayanan.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto, mengakui selama ini Pelindo mengalami beberapa hambatan, di antaranya pipa Kodeco yang melintang di alur pelayaaran, serta penerapan 24 jam sistim kepelabuhan. “Sejak berdiri sebenarnya kita sudah terapkan kepelabuhan 24 jam, tapi pengurusan dokumen dan perbankan belum menunjang,” tutur dia.
Sebelumnya, Menteri Mustafa mendesak instansi terkait segera memikirkan solusi untuk mengatasi persoalan pipa gas milik PT Kodeco Ltd yang saat ini melintang di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). “Kuartal pertama 2010 ini, solusi penanganan pipa Kodeco harus sudah ada,” kata Mustafa.
Menurut Mustafa, solusi bagi pipa Kodeco ini harus segera ditemukan mengingat keberadaan pipa tersebut setidaknya telah menghambat kapal-kapal yang akan keluar masuk di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. “Saya minta perhatian serius, harus duduk bersama cari solusi,” ucapnya.
Saat ini, setidaknya ada dua solusi yaitu memperdalam keberadaan pipa, dan memindahkan pipa ke jalur lama di sebelah pinggir pantai atau sisi selatan dari alur pelayaran. Mustafa meminta pada Februari ini, solusi untuk pipa itu sudah harus diputuskan. “Kementerian BUMN akan menjadi mediatornya,” tutur dia.
Direktur Utama Djarwo Surjanto mengatakan, akibat persoalan pipa Kodeco ini kemajuan pelebaran Alur Pelayaran tak bisa dilakukan. Padahal, untuk meningkatkan pelayaran di Tanjung Perak, PT Pelindo setidaknya akan melebarkan alur pelayaran dari sebelumnya 100 meter menjadi 200 meter. Alur juga akan diperdalam dari sebelumnya 9,5 meter menjadi 14 meter.
Tak hanya itu, pipa Kodeco sedalam 10,14 meter dan melintang di tiga titik alur pelayaran, setidaknya membuat kapal-kapal yang akan keluar masuk Tanjung Perak harus memperkecil muatan. “Hanya kapal yang memiliki kedalaman maksimal 8,5 meter saja yang bisa masuk Tanjung Perak, selebihnya kami tidak berani karena takut nyangkut di pipa,” kata Djarwo.
ROHMAN TAUFIQ