Investor Proyek Bandara Lombok Kesulitan Keuangan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), M. Yusan membenarkan saat ini investor pembangunan bandara internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat sedang mengalami kesulitan keuangan.  “Investor dari Dubai  terkena dampak kesulitan keuangan Dubai,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, hari ini.

Yusan menjelaskan,  Kepala BKPM, Gita Wirjawan sedang menawarkan proyek pembangunan bandara tersebut  ke beberapa investor asing lainnya. “Sudah ada tiga yang tertarik. Dua dari Timur Tengah, satu dari India,” tambahnya.

Proyek kawasan wisata terpadu di Nusa Tenggara Barat  mulai dibangun dengan berpusat di Lombok. BKPM menawarkan proyek ini senilai US$ 800 juta, terdiri dari pembangunan bandara internasional Lombok, hotel-hotel berbintang lima dan beraneka infrastruktur lainnya. Dalam penjadwalan, bandara ini  sudah rampung bulan Juni atau Juli 2010.

ARYANI KRISTANTI