HRWG Minta Obama Bicara Kasus Munir

TEMPO Interaktif, Jakarta - Human Rights Working Groups meminta Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk memberi perhatian terhadap kasus pembunuhan pejuang hak asasi manusia, Munir. Menurut HRWG, kasus Munir penting bagi tegaknya demokrasi di Indonesia termasuk penegakan hukum dan reformasi sektor keamanan.

HRWG menyampaikan permintaan itu dalam pertemuan Global Human Rights Advocates yang mendiskusikan tentang “Ways that USA Can Counter The Deterioration of Human Rights around The World, di Roosevelt Room, the west wing of the White House, Washington DC, pada Kamis pagi waktu setempat. Acara ini difasilitasi oleh Freedom House dan Human Rights First.

Direktur Eksekutif HRWG Rafendi Djamin menjelaskan kepada Obama, terkait mandeknya kasus Munir karena ada indikasi kuat tentang upaya sistematis untuk melemahkan dan mengabaikan penyelesaian kasus pembunuhan politik pertama dalam masa reformasi.

Menurut Rafendi, kasus Munir tidak hanya menjadi tantangan Indonesia keluar dari rezim totalitarian, namun juga menjadi tantangan internasional guna mengupayakan demokratisasi dan penegakan HAM. “Terutama dengan jaminan keadilan, perlindungan hukum dan perlindungan para pembela HAM,” ujarnya melalui siaran pers HRWG kepada Tempo hari ini (19/2).

HRWG mempertegas mengenai perhatian internasional yang besar atas penyelesaian kasus tersebut kepada pemerintah Indonesia. Namun hasilnya malah membebaskan Muchdi PR. Mantan Danjen Kopassus ini menjadi terdakwa dalam kasus Munir namun putusan kasasi membebaskannya dari hukuman.” Kondisi ini menjadi semacam bukti bahwa reformasi penegakan hukum dan sektor kemanan masih berjalan di tempat,” ujarnya.

Rafendi kemudian meminta Obama membangun kemitraan yang lebih kuat dan baik dengan Indonesia untuk mendorong reformasi internal Indonesia. "Dan kasus Munir menjadi salah satu indikator keberhasilan reformasi Internal," ujarnya.

Penekanan terhadap pembangunan kemitraan yang kuat atas HAM dan penegakan hukum, dan kasus Munir diminta masuk sebagai agenda Obama ke Indonesia pada Maret mendatang.

Dalam pertemuan itu Obama mengatakan dirinya berkomitmen untuk memajukan demokratisasi dan penegakan HAM yang lebih maju dan baik di dunia Internasional dan memberikan perhatian pada para pembela HAM.


MARIA HASUGIAN

-- @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } --