Pelaut Indonesia Disandera di Semenanjung Malaysia

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - -Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia membenarkan adanya 12 anak buah kapal asal Indonesia yang menjadi ABK kapal Tb. ASTA, telah dibajak di perairan pulau Tioman yang berada di pantai timur, Semenanjung Malaysia. “Kami sudah mendapat informasi dari KJRI Kota Kinabalu, tentang hal tersebut” kata atase perhubungan KBRI Kuala Lumpur, Sahar Andika Putra kepada Tempo, Sabtu (20/02).



Dari keterangan korban, di dapatkan informasi bahwa mereka dibajak sekitar 6 Februari oleh 7 atau 8 kawanan bajak laut bersenjata parang dan salah satunya menggunakan senjata mesin AK 47. Setelah 5 hari disandera, tanggal 11 Februari, para sandera dilepaskan dengan perahu karet, sehingga mereka terkatung-katung di laut dan akhirnya ditemukan oleh pasukan patroli laut, Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM)



Dari 12 ABK yang ditawan, hanya 11 orang yang dilepaskan. Mereka adalah Kapten kapal Ryan, ABK: Hardin, Wawan, Almanar, Isman, Heryanto, Heryawan, Dedi, Azis, Rudi hartono, Hamzah. Sedangkan juru mesin Nurman bin Sulaiman asal Sabang, sampai saat ini masih disandera pembajak.



Hingga saat ini, pihak KJRI Kota Kinabalu masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menemukan Nurman.



MASRUR