foto

Pertunjukkan wayang Potehi. TEMPO/Dimas Aryo



Perang Mantu Sie Jin Kui di Kemang  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Creng..creng ..creng. Suara siolo (gembreng kecil), tualo (gembreng besar) dan dongko (tambur) mengiringi sabetan ganas dua pedang Hwan Lee Hwa. Hampir-hampir pedang pendekar perempuan cantik itu menembus tubuh Sie Tengsan.

Penonton tepuk tangan .Perang itu betul-betul ciamik. Inilah pertunjukan wayang potehi, oleh dalang Sukar Mujiono dari Surabaya di Teras Restauran Mirasari, Kemang,Jakarta. Kemarin dan hari ini mulai puku 15.30 dalang itu menampilkan kisah anak Sie Jin Kui bernama Sie Tengsan.

Bila pertunjukan Sie Jin Kui Teater Koma masih bercerita tentang apa dan siapa Sie Jin Kui, Sukar Mujiono sudah lebih dari itu. Ia menceritakan ,suatu hari pendekar cantik Hwan Lee Hwa, mencari Sie Tengsan. Ia ingin diperisteri oleh lelaki gagah itu. Dua istri Sie Tengsan, Tan Kim Teng dan Touw Sian Tong cemburu. Mereka mengeroyok Hwan Lee Hwa dengan senjata andalan gempolan besi dan tumbak. Adik perempuan Sie Tengsan bernamaSie Kim Liang pun maju ke medan laga.

Akhirnya Sie Tengsan sendiri turun. Sang ayah, Sin Jin Kui, memberi nasehat: “Jangan sampai kamu menikah dengan musuhmu” . Dijawab Sie Tengsan .”Mana mungkin ayah, istriku kan sudah dua. Tapi ketika Sie Tengsan ,maju ia deg degan”Duh bener -bener cantik wajahnya imut-imut,”

Permainan dalang Sukar Mujiono menakjubkan . Di tangannya boneka.-boneka kecil itu begitu gesit. Dengan cepat ia menampilkan adegan sabet-sabetan pedang, trisula. Boneka itu seolah bisa gingkang dan yang kalah sampai dadanya tembus pedang, kepalanya terpenggal, pedangnya melenting. “Saya selalu menonton film-film kungfu, untuk mempelajaribanyak adegan tangan kosong dan yang pakai senjata ” kata Sukar Mujiono. Besok di tempat yang sama ia memainkan lakon Sun Go Kong.

 

Seno Joko Suyono