Sukar Mujiono: “ Saya belajar di Klenteng”  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dalang Sukar Mujiono, 49 tahun, mengaku belajar ketrampilan potehi dari Klenteng Kampung Dukuh,Surabaya.Ia ingat waktu masih SMP, ada serombongan grup potehi dari Cina, main di klenteng itu. Ia selalu menonton tiap hari. “Mulanya saya disuruh beli rokok terus diajari nabuh alat-alat musik dan lama kelamaan dia jari mendalang,” kenangnya.

Sudah 25 tahun ini, ia mendirikan grup potehi Lima Merpati. Ia terus belajar kisah-kisah silat . Ia menguasai banyak lakon carangan kisah silat klasik Cina. Untuk lakon Sie Jin Kui misalnya dia hafal beberapa episode . Dia tiap hari juga main di klenteng Dukuh .”Lakon-lakon untuk persembahan para dewa.” katanya

Karena tahu, ketrampilan potehi sangat langka. Ia juga mengkader be berapa dalang. Salah satunya yang sukses adalah adiknya dalang Sugiyo Waluyo Subur dari Sidoarjo yang mendirikan grup Fuk Ho An. Hari-hari ini Subur, untuk memeriahkan Imlek pentas di Citra land. Memang selama Imlek dan Cap Gomeh nanti , banyak pementasan potehi di Jakara . Selain mereka berdua, pada tanggal 28 February nanti di Harmony China Pavillion, Kebagusan dalam I/9 A Jakarta Selatan dalang sepuh Thio Tiong Gie (61 tahun) dari Semarang akan main selama 22 jam.

Seno Joko Suyono