Topik
Deklarator Nasional Demokrat Sulawesi Selatan Dilantik
TEMPO Interaktif, Makassar - Sebanyak 45 orang deklarator Nasional Demokrat Sulawesi Selatan dilantik di Hotel Sahid, Makassar sore ini. Pelantikan dilakukan pendiri Nasional Demokrat, Surya Paloh, didampingi sekretaris jenderalnya, Syamsu Maarif.
Kepada 45 deklarator yang sudah berjejer diatas panggung, Surya bertanya kesediaannya untuk dikukuhkan menjadi deklarator. Para deklarator lantang menyatakan kesiapannya. "Saya kukuhkan sebagai deklarator semoga Tuhan memberkati perjuangan kita semua," kata Surya.
Sebelum pelantikan, Muhammad Akbar, deklarator membacakan manifesto pengukuhan deklarator. Akbar mengatakan : Kami menolak demokrasi yang merumitkan masyarakat, menggunakan tata cara pemerintahan. Menolak kekuasaan tanpa kehadiran pemimpin yg berkualitas, dan bercita-cita demokrasi yang matang, berkesatuan, dan tertib. Kami mengharapkan demokrasi berbasis negara yang kuat. Dengan masa depan dengan keringat sendiri.
Para deklarator Nasional Demokrat Sulawesi Selatan adalah Amin Syam, Gani Alimuddin, Natzir Hamsah, Qasim Mahtar, Zohra Andi Baso (aktivis perempuan), Litha Brent (anggota DPD), Aswanto, Nur Bachri Noor, akademisi Unhas Alwi Rahman, budayawan Hadjid Sallatu, Tahir Kasnawi, Masrurah, Amran Razak, Azwar Hasan, Ambas Syam (politisi Golkar), Ishak Ngejaratan (budayawan), Muhammad Akbar (praktisi komunikasi), Bachrianto (LSM), Hasrullah MA (pengamat politik), Rudi R Syamsuddin (pengusaha), Fatimah Kalla (pengusaha Kalla Group), Hamid Paddu (pengamat ekonomi).
Ima Kesuma (guru besar antropologi sejarah), Marwan Mas (akademisi), Mubyl Handaling (pengusaha), Syamsul Bahri (pengusaha), Pahir Halim (pemerhati sosial), Rudi Piter Goni (politisi PDIP), Yagkin Pajalangi (waka Golkar Sulsel), Ridwan Djabir (Ketua Hipmi), Dody Amiruddin (politisi PAN), Abd Kadir Ahmad (Nahdlatul Ulama), Andi Tjonneng Malombassang (birokrat), Jayadi Nas (Ketua KPU Sulsel), Muslim Salam (Tribun Timur), Subhan Hamu (harian Fajar), Paulus Patandu (pendeta), Hidayat Nahwi Razul (politisi Golkar), Asmin Amin (pemerhati sosial), Philips Pandi Linting (tokoh masyarakat), Sakka Pati (pemerhati perempuan), Akbar (Ketua IDI), Syamsu Rizal (Ketua PMI Makassar), Syaiful Saleh (birokrat), dan Yongris (Walubi).
TRI SUHARMAN
Web via