Penerimaan Bea Masuk Turun Pasca Perdagangan Bebas ASEAN-Cina

TEMPO Interaktif, Jakarta -Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkapkan, hingga pekan kedua 2010, penerapan perdagangan bebas ASEAN dan Cina telah menyebabkan turunnya penerimaan bea masuk sebesar 1,4 persen.

Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dipaparkan dalam acara Talk Show "Membedah APBN 2010" di Kementerian Keuangan hari ini menunjukkan, hingga 12 Februari 2010, penerimaan bea masuk mencapai Rp 2,005 triliun, turun tipis dari pencapaian periode yang sama tahun lalu Rp 2,033 triliun.

Meski demikian, <I>dutiable import<I> atau penerimaan bea masuk barang impor yang tarifnya tidak 0 persen meningkat 27 persen, yakni dari Rp 6,463 triliun menjadi Rp 8,216 triliun. Itulah yang menyebabkan, penerimaan pajak dalam rangka impor (PDRI) meningkat 37,7 persen yakni dari Rp 8,14 triliun menjadi Rp 11,212 triliun.

PDRI tersebut meliputi, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor naik 37,3 persen dari Rp 6,002 triliun menjadi Rp 8,24 triliun. Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 Impor naik 29,9 persen dari Rp 1,922 triliun menjadi Rp 2,496 triliun. Adapun Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) naik 120,7 persen dari Rp 215,49 miliar menjadi Rp 475,48 miliar.

Tahun ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memandatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencapai target penerimaan sebesar Rp 84,492 triliun, naik 13,3 persen dari target tahun lalu sebesar Rp 74,568 triliun.

Jika dirinci, target penerimaan bea masuk 2010 dipatok sebesar Rp 19,569 triliun, naik 5,1 persen dari target tahun lalu sebesar Rp 18,623 triliun. Bea keluar sebesar Rp 7,633 triliun atau naik 445,4 persen dari tahun lalu yang hanya Rp 1,399 triliun. Adapun penerimaa cukai mencapai Rp 57,289 triliun, naik 5 persen dari tahun lalu yang mentargetkan Rp 54,545 triliun.

AGOENG WIJAYA