Agen Wisata Indonesia Diminta Profesional

TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Pengembangan Pasar Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Vincent Jemadu, menyatakan kelemahan pariwisata Indonesia saat ini adalah penyusunan kemasan dan perencanaan paket wisata. “Sistemnya masih belum seprofesional agen-agen yang sudah mapan di Eropa,” ujar Vincent di Jakarta, Senin (22/2).

Menurut Vincent, kendala utama perencanaan agen Indonesia adalah kurangnya modal untuk bisa membuat perencanaan dari jauh-jauh hari. “Eropa dari beberapa bulan sebelum masuk bursa pariwisata sudah membuat perencanaan matang,” tutur dia.

Vincent menambahkan, di Indonesia baru agen wisata besar seperti Panorama dan Bayu Buana yang sudah bisa melakukan perencanaan matang. “Karena itu kami ajak agen-agen perjalanan kita untuk mengikuti event-event pariwisata besar di dunia supaya mereka bisa belajar,” katanya.

ARYANI KRISTANTI