Topik
Teater Garasi Melawat ke Jepang
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pekan ini Teater Garasi bersiap-siap untuk membawa lakon Je.ja.l.an (The Streets) ke berbagai kota di Jepang. Lakon ini sebenarnya sudah pernah digelar di Gedung Teater Luwes, Institut Kesenian Jakarta, pada Mei 2008, setelah mereka melakukan riset yang panjang sejak 2007.
Untuk pemanasan menjelang "Teater Garasi Tour to Japan", mereka mementaskan lakon itu di Taman Budaya Yogyakarta pada Kamis pekan lalu. Mengapa mereka dapat menggelar tur di Negeri Sakura? Berikut ini petikan wawancara Tempo dengan Yudi Ahmad Tajudin, sutradara Teater Garasi.
Bagaimana mulanya Garasi dapat melawat ke Jepang?
Pada 2006 lalu, Teater Garasi pernah berkolaborasi dengan Shizuoka Teater Company. Dan, saya kenal baik dengan sutradaranya, Satoshi Miyabi. Ia kini menjadi art director di Shizuoka Art Center. Mereka punya acara seni tahunan, yaitu Shizuoka Spring Art Festival. Sebetulnya lawatan ini hendak dilakukan tahun lalu. Tapi, karena bentrok dengan agenda Garasi, pada akhirnya dilakukan tahun ini.
Apa saja Agenda Tour to Japan 2010?
Kami akan mementaskan lakon Je.ja.l.an ini di beberapa kota. Kami akan membawa 17 pemain. Kami pentas di Kota Shizuoka pada 26 dan 27 Juni, Osaka pada 29 dan 30 Juni dan kemungkinan akan main juga di Kyoto pada 1 dan 2 Juli. Tapi, ini belum pasti. Di Osaka, karena dipentaskan di fakultas seni, nanti akan diadakan diskusi seni tentang teater dan kota.
Mengapa lakon Je.ja.l.an yang dipilih?
Ini lebih kepada keputusan kurator festival. Tapi, isu tentang kota dan segala macam perkembangannya di Indonesia menjadi ketertarikan tersendiri. Segala kejadian dan hiruk pikuk kota di Indonesia, menurut mereka, punya nilai khas.
Ismi Wahid