Pemerintah Kesulitan Pantau Korban Longsor di Ciwidey

TEMPO Interaktif, Bandung -Pemerintah Kabupaten Bandung mengaku kesulitan memantau data terbaru tentang korban tanah longsor di Tenjolaya, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bandung, Edi Sujadi mengatakan, komunikasi di lokasi longsor sulit dijangkau dengan telepun selurer.

Pemerintah Daerah Kabupaten sampai saat ini kesulitan mendapatkan data terbaru dari posko yang yang ada dilokasi."Di kantor pemerintah, kami juga membuat posko untuk menghimpun informasi dan menyalurakan bantuan." ujarnya.

Edi menyatakan, data yang diterima posko badan penangulan bencana kabupaten bandung, sejak tadi malam baru 5 orang yang ditemukan tewas. Adapun 32 orang lainnya masih tertimbun longsor, dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. "Lokasi yang sulit dijangkau baik kendaraan maupun telepun membuat kami kesulitan menghimpun data lapangan." katanya.

Pemerintah Kabupaten Bandung, terus mengirimkan berbagai bantuan diantaranya tenda pleton, tenda pos untuk petugas kesehatan dan dokter serta dapur umum. Selain itu bahan makanan seperti 6 ton beras, 500 dus mie instant, 200 selimut dan sarana peralatan evakuasi. "Pagi tadi sekitar 4 pleton personil dari kepolisian, satpol PP dan TNI AU sudah diberangkatkan untuk proses evakuasi," katanya.

Edi mengakui jika Pemerintah Kabupaten Bandung terlambat mendapatkan informasi terjadinya longsor karena akses ke loasi yang sangat sulit dijangkau kendaraan umum."Butuh tiga jam untuk sampai ke kota kecamatan itu dengan kendaraan, karena jalannya yang berbatu." katanya.

Desa Tenjolaya 	memiliki luas sekitar 6870 hektare. Terletak di Kecamatan Pasir Jambu, jarak antara desa dengan kecamatan bisa ditempuh dalam waktu 17 menit.  

ALWAN RIDHA RAMDANI | EVAN (Riset)