Topik
Pertemuan Berakhir Buntu, Guru Banyuwangi Teruskan Mogok
TEMPO Interaktif, Banyuwangi - Aksi mogok guru anggota Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Banyuwangi berlanjut hingga hari ketiga. Dari 24 kecamatan, hanya guru di tiga kecamatan yang tetap mengajar.
Sekretaris PGRI Siswaji Kamis (25/2)mengatakan, tetap meneruskan aksi karena Pemerintah Banyuwangi belum mengabulkan tuntutan PGRI. Menurut dia, Rabu malam (24/2), pertemuan antara PGRI dan Pemerintah Banyuwangi berakhir buntu.
Dari Pemerintah Banyuwangi dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono, Kepala Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Abdullah, dan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Djajat Sudrajat.
Menurut Siswaji, PGRI menolak meneruskan pertemuan itu karena tidak dipimpin langsung Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari. Apalagi Pemerintah tidak mau mencairkan rapelan tunjangan bagi guru belum bersertifikat sebesar Rp 250 ribu per bulan pada 27 Februari mendatang. "Pemkab sanggup membayar Maret," kata Siswaji pada Tempo, Kamis (25/2).
Juru bicara Pemerintah Abdullah mengatakan, Pemkab tidak sanggup mencairkan Februari karena RAPBD 2010 baru disahkan awal Februari lalu. "Saat ini APBD masih diverifikasi Gubernur," katanya.
Saat ini, katanya, Pemerintah masih berupaya untuk melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah melalui camat masing-masing supaya mereka kembali mengajar.
Aksi mogok tersebut dimulai sejak Selasa (23/2), setelah demo PGRI untuk menuntut peningkatan kesejateraan tidak dikabulkan Bupati Banyuwangi. Mereka menuntut cairnya tunjangan bagi guru non sertifikasi, pengangkatan guru honorer dan guru bantu.
IKA NINGTYAS





