Topik
Infografis
SMA Dian Harapan Juara Kompetisi Film Pendek Perubahan Iklim
TEMPO Interaktif, Jakarta -
DUA pelajar SMA Dian Harapan, Daan Mogot, Jakarta , Ariel Ezra Bazaliel dan kevin Johanes berhasil merebut tiket jalan-jalan ke Australia setelah film mereka berjudul Nature's Memory menjuarai kompetisi film pendek "perubahan Iklim" tingkat SMA yang digelar Kedutaan Besar Australia melalui Komisi Perdagangan Australia bekerja sama dengan Perth Education City, The Climate Project Indonesia dan Yayasan Nobel Indonesia.
Kedua pelajar kelas satu itu berhasil mengungguli 174 pelajar lainnya dari 87 SMA se-Jakarta. Selain memperlihatkan hasil karya mereka, para pelajar ini juga harus mempresentasikan ide cerita film yang mereka buat di hadapan juri yang terdiri dari Jay Subiakto (Sutradara film), Endy Bayuni (Chief Editor harian The Jakarta Post), Marissa (Visi Anak Bangsa), serta Dicky Edwin Hendarto ( The Climate Project Indonesia). "Saya kaget bisa menang kompetisi ini, karena ini kali pertama kami membuat film pendek dan langsung menang" kata Ariel seusai pengumuman pemenang di Hotel Mid Intercontinental, Jakarta, Sabtu (27/2).
Film Nature's Memory bercerita tentang perubahan kondisi alam dari yang dulunya asri, hijau dan bersih menjadi rusak dan tercemar. “Kami ingin mambandingkan keadaan Alam jaman dahulu dengan sekarang,” jelas Ariel. Dalam film berdurasi sekitar lima menit itu, Ariel dan Kevin menggabungkan gambar alam hasil bidikan kamera mereka dengan animasi. Penggabungan tersebut juga membuat karya mereka berbeda dengan karya-karya peserta lain.
Selain pengumuman kompetisi Film Pendek, panitia juga menyelenggarakan pameran pendidikan bertajuk Study In Australia 2010 yang dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Malarangeng dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer. Andi Malarangeng menilai kompetisi film pendek ini merupakan terobosan baru bagi para pemuda untuk lebih sadar dengan isu perubahan iklim. “Ini cara kreatif untuk menggugah kesadaran generasi muda mengenai perubahan iklim,” katanya.
Herry Fitriadi