Anak-anak Tenjolaya Dititipkan Belajar di SD Lain  

TEMPO Interaktif, BANDUNG - Bupati Bandung Obar Sobarna menjamin kegiatan belajar para siswa Sekolah Dasar Negeri Dewata I yang terletak tak jauh dari area timbunan longsor di Cimeri, Desa Tenjolaya, Kabupaten Bandung terus berjalan. Bangunan sekolah itu memang selamat dari longsor, namun sebagian besar siswanya kini tinggal di pengungsian.

"Tidak boleh lebih dari seminggu (sejak bencana longsr Selasa (22/2)), semua siswa harus sudah belajar lagi, apalagi ada sejumlah siswa yang akan segera mengikuti ujian nasional," kata Obar di Cimeri, Senin (1/3).

Para siswa tersebut, ia melanjutkan, sementara bisa bergabung belajar sesuai kelasnya di sekolah-sekolah dasar lain di Kecamatan Tenjolaya. Sebagian bergabung di sekolah dasar lain di Kabupaten Bandung.

"Tidak boleh ada sekolah yang menolak atau mempersulit siswa yanag akan bergabung. Kalau ada yang menolak atau mempersulit segera laporkan (ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung),"kata Obar.

Selain itu, ia melanjutkan, pihaknya akan menyediakan kelas-kelas belajar di area tenda-tenda pengungsian. "Jadi para siswa bisa tetap belajar selama tinggal di tenda pengungsian,"imbuh Obar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebjdayaan Kabupaten Bandung Ahmad Juhana mengatakan jumlah total siswa SD Dewata I sekitar 230 anak dengan 12 guru. Para siswa tersebut berasal dari lim afdeling Perkebunan Dewata yakni Dewata Pusat, Datar Kiara, Karang Tengah, Gunung Maud, dan Kebon Tujuh .

"Dari laporan yang kami terima, siswa SD Dewata I tak ada yang menjadi korban longsor. Tapi sebagian dari mereka kini tinggal di pengungsian hingga ke Garut dan Cianjur atau belum bisa berangkat sekolah,"katanya di Cimeri.

Para siswa tersebut sementara bisa pindah sekolah atau belajar bergabung sementara di sekolah-sekolah dasar lain sesuai dengan kelasnya. "Mereka bisa begabung belajar di kelas-kelas sekolah dasar di Desa Margamulya, Kendeng, Tenjolaya, Gaung, Sugih Mukti atau di Cisonari,"kata Ahmad.

Selain itu Dinas Pendidikan menjanjikan segera menggelar posko-posko belajar kelas darurat dengan guru kunjung di area pengungsian. Juga di pemukiman yang terisolir gara-gara longsor seperti di Gunung Maud dan Karang Tengah.

"Terlepas dari kelas berapanya, nanti merek bisa bergabung belajar di posko-posko belajar dengan guru dari SD Dewata yang berkunjung ke posko-posko itu, "kata Ahmad.

Ahmad juga mengaku intansinya kini tengah menginventarisir perlengkapan seolah para siswa SD Dewata termasuk seragam, buku pelajaran dan peralat pendidikan lain. "Juga dokumen-dokumen siswa termasuk buku rapor yang hilang atau rusak akibat longsor,"tandas dia.

 

ERIK P HADI